Seputar Penyakit

Inilah 6 Cara Menghilangkan Kutil Kelamin

Jika Anda seseorang yang aktif berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan ada baiknya Anda menghentikan kebiasaan tersebut karena diluar sana berbagai macam penyakit menular seksual siap mengincar Anda salah satunya adalah penyakit kutil kelamin.

Kutil kelamin adalah salah satu jenis infeksi menular seksual yang paling umum dan hampir semua orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi paling sedikit satu jenis human papillomavirus (HPV) yaitu virus yang menyebabkan kutil kelamin pada suatu saat selama hidup, akan tetapi wanita lebih sering mengalami dan mengembangkannya dibandingkan dengan pria

Perlu Anda ketahui juga bahwa biasanya kutil kelamin mungkin terlihat seperti benjolan kecil berwarna daging atau memiliki penampilan seperti kembang kol dan dalam banyak kasus kutil kelamin terlalu kecil untuk terlihat.

6 Cara Menghilangkan Kutil Kelamin

Dengan Cara Pembekuan Dengan Nitrogen Cair

Cara menghilangkan kutil kelamin yang pertama adalah dengan menggunakan pembekuan dengan nitrogen cair yang bernama cryotherapy dan aplikator berujung kapas.

Biasanya dokter akan menggunakan teknik ini dengan menggunakan nitrogen cair atau “cryoprobe” dan ini adalah pengobatan lini pertama yang sangat baik karena tingkat respons tinggi dengan sedikit efek samping.

Kemudian nitrogen cair akan diterapkan di kutil kelamin pasien selama 10-20 detik dan jika pasien memiliki banyak kutil kelamin, atau jika kutil tersebut berukuran besar maka biasanya dokter akan menggunakan anestesi lokal sebelum menggunakan teknik ini, namun biasanya terdapat efek samping yang meliputi nyeri dan pembengkakan pada area kutil kelamin.

Dengan Cara Elektrokauter

Cara menghilangkan kutil kelamin selanjutnya adalah dengan menggunakan elektrokauter adalah prosedur yang menggunakan arus listrik untuk membakar kutil kelamin, namun biasanya pasien akan mengalami efek samping seperti rasa sakit dan mengalami pembengkakan setelah prosedur ini akan tetapi

Menggunakan Krim, Gel, Atau Salep

Cara menghilangkan kutil kelamin selanjutnya adalah dengan menggunakan gel, krim, dan salep yang di resepkan oleh dokter dan biasanya pasien bisa mengoleskan krim, gel ataupun salep ke area kutil kelamin.

Menggunakan Cairan Asam

Cara selanjutnya adalah dengan menggunakan cairan asam dan biasanya dokter akan menggunakan asam trikloroasetat atau bichloroacetic untuk mengobati kutil kelamin.

Pasien biasanya akan menggunakannya dalam jumlah kecil pada kutil kelamin sekali dalam seminggu dan membiarkannya untuk mengering, namun cara ini bekerja paling baik pada kutil yang berukuran kecil yang lembab dan bisa digunakan pada kutil yang berada pada Miss V dan pada dubur.

Dengan Cara Operasi

Cara selanjutnya untuk menghilangkan kutil adalah dengan cara operasi dimana biasanya dokter bedah akan menggunakan alat khusus untuk memotong kutil kelamin dan biasanya operasi ini bisa menyingkirkan semua kelamin dan mungkin pasien memerlukan anestesi lokal atau umum untuk perawatan ini.

Dengan Menggunakan Laser

Perawatan ini digunakan untuk kutil kelamin yang banyak atau berulang dan pengobatan ini memerlukan anestesi lokal, regional, atau umum.

Sebenarnya cara kerja laser ini digunakan untuk menghancurkan lesi yang diinduksi oleh HPV, namun pengobatan ini terdapat beberapa kekurangan meliputi: biaya yang tinggi, peningkatan waktu penyembuhan, mengakibatkan jaringan parut, dan partikel virus yang berpotensi menular di udara yang disebabkan oleh laser.

Bagaimana Saya Tahu Jika Memiliki Kutil Kelamin?

  • Dengan pemeriksaan Pap smear rutin karena tes ini harus selalu dilakukan untuk mencari bukti infeksi adanya HPV dan sel abnormal pada serviks.
  • Dengan pemeriksaan kolposkopi yang bertujuan untuk memeriksakan adanya sel abnormal di sekitar Miss V atau pada serviks dan pada wanita, kolposkopi dapat digunakan untuk mencari lesi di saluran Miss V dan di leher rahim.
  • Biopsi dapat dilakukan jika lesi tampak tidak biasa atau kambuh setelah perawatan.
  • Selain itu tes laboratorium khusus juga dapat digunakan untuk mengkonfirmasi adanya infeksi HPV.

Seputar Penyakit

Begini Cara Merawat Organ Intim Wanita dengan Baik dan Benar

Setiap wanita tentunya perlu memahami dan mengerti cara merawat organ intimnya masing-masing. Hal ini perlu dilakukan tujuannya agar kesehatan dan kebersihan organ intim tetap selalu bersih dan terjaga. Lalu bagaimana cara merawat organ intim wanita dengan baik dan benar?

Bagi para wanita, munculnya bau yang tidak sedap dari organ intimnya merupakan hal yang sangat mengganggu. Hal ini tentunya akan berdampak buruk pada kehidupan pernikahan Anda serta membuat Anda kehilangan kepercayaan diri Anda.

Perlu Anda ketahui, bahwa terdapat beberapa hal yang mengakibatkan vagina Anda mengeluarkan aroma tertentu. Oleh karena itu jangan Anda terlalu mengkhawatirkannya dengan cara yang berlebihan. Akan tetapi, perlu Anda perhatikan apabila vagina Anda mengeluarkan aroma tajam yang berbau amis, sebab hal ini merupakan pertanda bahwa telah terjadinya masalah kesehatan pada vagina Anda. Apalagi jika vagina Anda mulai mengeluarkan flek yang tidak normal, gatal dan menimbulkan rasa panas seperti terbakar. Jika tanda-tanda ini Anda alami, maka sangat disarankan untuk segera menemui dokter spesialis kandungan untuk berkonsultasi.

Vagina Mengeluarkan Aroma Tidak Sedap

perawatan keputihanSaat vagina mengalami kondisi lembab, biasanya akan mengeluarkan aroma. Hal ini sama seperti tubuh yang mengeluarkan keringat. Selain itu, ternyata terjadinya siklus menstruasi serta aktivitas seksual Anda menjadi salah satu pemicu vagina mengeluarkan aroma yang berbeda dari biasanya.

Di luar semua itu, vagina yang mengalami infeksi merupakan penyebab utama vagina mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Hal ini dikarenakan vagina secara alami akan mengeluarkan lendir yang berguna untuk menjaga agar tingkat pH tetap seimbang sehingga bakteri-bakteri baik dapat terus berkembang baik untuk mencegah terjadinya infeksi.

Sebab apabila tingkat pH tidak seimbang, maka vagina akan dengan mudah terinfeksi. Salah satu infeksi yang biasanya terjadi adalah bacterial vaginosis, yaitu suatu kondisi dimana pertumbuhan bakteri di dalam vagina lebih tinggi dibandingkan saat kondisi normal sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Selain itu, bau pada vagina yang tidak sedap juga dapat disebabkan oleh bakteri trikomoniasis, yaitu bakteri penyebab salah satu penyakit menular seksual.

Hal umum lainnya yang menyebabkan vagina mengeluarkan aroma yang tidak sedap yaitu akibat dari kurang bersihnya dalam menjaga dan merawat vagina. Oleh karena itu para wanita supaya memahami cara tepat untuk dapat menjaga dan merawat kebersihan organ vitalnya.

Cara Merawat Organ Intim Wanita

Cara merawat organ intim wanita yang pertama adalah dengan selalu membersihkan organ intim dengan menggunakan air hangat, tanpa menggunakan sabun atau produk khusus setiap kali Anda mandi. Selalu hindari sabun yang Anda gunakan untuk membersihkan organ intim dengan bahan kimia yang mengandung parfum. Kemudian selalu pastikan untuk membersihkan organ intim Anda dengan cara memulainya dari arah depan ke arah belakang, bukan sebaliknya. Hal ini dilakukan untuk mencegah mikroba dari anus menyebar ke dalam vagina dan saluran kemih. Lakukanlah hal yang sama saat Anda membasuh anus ketika telah selesai buang air besar maupun kecil, dan jangan pernah lupa untuk selalu mengeringkan bagian organ intim Anda.

Cara merawat organ intim wanita yaitu saat Anda mengalami menstruasi adalah selalu ganti pembalut Anda selama beberapa jam. Hal itu bertujuan untuk dapat memastikan bahwa vagina Anda tetap selalu bersih dan tidak lembab.

Cara merawat organ intim wanita ketika berpakaian adalah jangan terlalu sering dalam menggunakan panty liner, sebab hal itu akan membuat vagina tidak dapat bergerak dengan bebas sehingga menjadi lembab dan menciptakan kondisi yang dapat memicu mikroba berkembang biak.

Cara merawat organ intim selanjutnya adalah selalu menggunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun atau serat alami. Jangan sekalipun menggunakan bahan sintetis sebab mempunyai efek yang sama dengan panty liner, dan jangan pernah menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat.

Disarankan untuk tidak terlalu sering menggunakan produk pembersih khusus untuk membersihkan organ intim Anda. Hal itu karena organ intim Anda mempunyai sistem pembersih yang alami. justru produk pembersih khusus organ intim acap kali mengganggu tingkat kenormalam pH pada vagina Anda sehingga memicu terjadinya iritasi atau infeksi

Selain itu, jika pakaian dalam Anda basah karena berkeringat, maka segeralah ganti pakaian dalam atau celana Anda.

mencegah kanker serviks
Seputar Penyakit

Begini Cara Mencegah Penyakit Kanker Serviks Secara Medis

Kanker serviks merupakan kanker yang terjadi pada leher rahim wanita. Leher rahim merupakan suatu organ dalam kewanitaan yang berfungsi sebagai pintu masuk untuk menuju ke dalam rahim dari vagina. Setiap wanita tentunya mempunyai resiko yang sama untuk menderita kanker serviks. lalu bagaimanakah cara mencegah penyakit kanker serviks?

Kanker serviks ketika baru memasuki tahap awal tidak akan mempunyai gejala. Adapun gejala kanker serviks yang umumnya terjadi yaitu terjadinya pendarahan pada vagina Anda setelah melakukan hubungan seks, terjadinya pendarahan setelah terjadinya menopause, dan pendarahan yang terjadi di luar siklus menstruasi. Namun, Anda tidak perlu khawatir, sebab meskipun terjadi pendarahan, tidak berarti Anda positif terkena kanker serviks. Cara untuk memastikan apakah Anda terkena kanker serviks adalah dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis Anda.

Penyebab Kanker Serviks

Berdasarkan penelitian, kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus (HPV), yaitu kumpulan jenis virus yang dapat menyebabkan kutil pada bagian tangan, alat kelamin dan kaku. Virus HPV kebanyakan tidak berbahaya, akan tetapi terdapat beberapa jenis HPV yang dapat mengganggu sel-sel pada leher rahim sehingga memicu terjadinya kanker. Pada umumnya virus HPV ditularkan melalui hubungan seksual.

Oleh karena itu sangat disarankan bagi Anda yang aktif melakukan hubungan seks untuk memakai alat pengaman seperti kondom dan lainnya agar mengurangi resiko terjadinya infeksi. Ketika Anda terinfeksi virus HPV, maka secara otomatis sistem kekebalan tubuh Anda akan mencegah virus melukai rahim. Akan tetapi bagi sebagian wanita, virus HPV dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun. hal inilah yang menyebabkan sel-sel pada permukaan leher rahim berubah menjadi sel kanker.

Cara Mencegah Penyakit Kanker Serviks

Cara mencegah penyakit kanker serviks yang paling utama adalah mencegah agar virus HPV tidak tertular. Sekitar 99 persen terjadinya kanker serviks disebabkan oleh virus HPV. adapun cara mencegah penykait kanker serviks yang biasanya dilakukan adalah dengan melakukan hubungan seks secara aman, selalu setia kepada pasangan, melakukan screening secara rutin pada leher rahim, melakukan vaksinasi, serta menghentikan kebiasaan merokok.

Pada kebanyakan kasus mengenai penyakit kanker serviks ini selalu berhubungan dengan infeksi akibat virus HPV jenis tertentu. Terjadinya penyebaran virus ini akibat hubungan seksual yang tidak aman. Oleh karena itu sangat disarankan untuk selalu menggunakan kondom saat berhubungan seksual agar dapat mengurangi resiko terinfeksi virus HPV.

Perlu Anda perhatikan bahwa resiko tertularnya HPV akan semakin meningkat seiring dengan semakin banyaknya jumlah pasangan seksual seseorang. Akan tetapi wanita yang hanya mempunyai satu pasangan pun ternyata dapat terinfeksi virus ini apabila pasangannya ternyata mempunyai banyak pasangan dalam berhubungan seksual lainnya.

Cara mencegah penyakit kanker serviks adalah dengan melakukan screening atau pap smear, yaitu sebuah metode yang digunakan untuk dapat mendeteksi sel-sel yang berpotensi menyebabkan terjadinya kanker. Pap smear pada leher rahim bukanlah tes untk kanker, akan tetapi tes ini dilakukan hanya untuk memeriksa kesehatan pada sel-sel yang terdapat pada leher rahim. biasanya kebanyakan hasil tes menunjukkan hasil yang normal, untuk itu jangan pernah merasa takut untuk melakukan pap smear secara teratur.

Untuk wanita yang telah berusia 25 hingga 49 tahun, disarankan untuk melakukan tes pap smear setiap tiga tahun sekali. Sedangkan bagi wanita yang telah berusia 50 hingga 64 tahun, disarankan untuk melakukan tes pap smear sebanyak sekali dalam lima tahun.

Selain melakukan pap smear, cara mencegah penyakit kanker serviks lainnya adalah dengan melakukan vaksinasi HPV. Vaksinasi ini akan melindungi wanita dari infeksi segala jenis virus yang dapat menyebabkan kanker serviks. Menurut penelitian, melakukan vaksin sangatlah efektif jika diberikan kepada gadis yang belum aktif secara seksual. Vaksin HPV dapat mengurangi resiko terjadinya kanker serviks, namun tidak menjamin Anda terbebas dari kanker serviks.

Oleh karena itu sangat disarankan bagi Anda untuk tetap melakukan tes pap smear secara rutin meskipun Anda telah melakukan vaksinasi HPV agar Anda terhindar dari kanker serviks.

Itulah informasi mengenai cara mencegah penyakit kanker serviks. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Jika Anda ingin mengetahui informasi ini secara lebih lengkap, Anda dapat berkonsultasi secara online dengan staff medis kami melalui tombol konsultasi di bawah ini.

infeksi kandung kemih
Seputar Penyakit

Hati-hati Infeksi Kandung Kemih Mengancam Anda dan Anak Anda

Terjadinya peradangan pada kandung kemih disebut juga dengan infeksi kandung kemih. Infeksi ini terjadi disebabkan oleh bakteri yang jika dibiarkan akan semakin parah dan dapat menyebar hingga ke bagian ginjal.

Wanita lebih sering terinfeksi penyakit ini dibandingkan pria. Hal ini dikarenakan saluran uretra pada wanita lebih pendek bentuknya jika dibandingkan dengan pria. Selain itu mulut uretra wanita letaknya sangat dekat dengan anus sehingga mempermudah bakteri untuk masuk ke dalam uretra. Secara umum, tidak ada batasan usia bagi wanita untuk dapat terserang penyakit ini, akan tetapi berdasarkan laporan dari berbagai kasus wanita yang sedang hamil, wanita yang secara aktif melakukan hubungan seksual, dan wanita yang telah melewati masa menopause mempunyai resiko tinggi untuk terkena infeksi ini.

Meskipun tidak mempunyai resiko yang tinggi seperti wanita, ternyata pria juga dapat terserang infeksi ini. Adapun beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu terjadinya infeksi saluran kemih pada pria adalah infeksi pada prostat, terjadinya penyumbatan pada sistem kandung kemih yang diakibatkan oleh tumor, atau karena terjadinya pembengkakan prostat. Pria yang mempunyai resiko tinggi terinfeksi saluran kemih adalah pria yang dalam melakukan hubungan seks tidak memakai alat pelindung.

Gejala Infeksi Saluran Kemih

Bagi orang dewasa dan anak-anak akan sangat terlihat jelas perbedaan gejalanya.

Gejala infeksi kandung kemih pada orang dewasa, antara lain yaitu:

  • Munculnya rasa nyeri seperti terbakar atau menyengat saat buang air kecil
  • Tubuh terasa demam atau lemah
  • Frekuensi buang air kecil meningkat, namun hanya sedikit urine yang keluar
  • Munculnya darah di dalam urine atau disebut dengan hematuria
  • Urine akan berwarna lebih pekat, mempunyai aroma kuat, dan gelap
  • Munculnya rasa nyeri pada perut bagian bawah atau bagian bawah punggung

Gejala infeksi kandung kemih pada anak-anak, antara lain yaitu:

  • Mudah marah
  • Merasa lemas atau lelah
  • Nafsu makan yang berkurang
  • Sakit saat buang air kecil
  • Muntah
  • Mengompol secara tidak sengaja saat siang hari

Apabila Anda atau anak Anda sering mengalami buang air kecil yang bercampur dengan darah, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter. Apabila gejala infeksi kembali setelah Anda memberikan dosis antibiotik, maka diperlukan jenis obat lainnya agar infeksi tidak kembali. Oleh karena itu segera tanyakan pada dokter spesialis untuk mengetahui lebih jelas gejala yang sedang Anda alami untuk dapat dilakukan diagnosa secara mendalam oleh dokter.

Penyebab Infeksi Kandung Kemih

Penyebab utama infeksi ini adalah bakteri yang berasal dari luar dan kemudian masuk ke dalam saluran kemih melalui uretra lalu berkembang biak. Menurut hasil penelitian bakteri yang masuk dan berkembang biak pada kandung kemih biasanya disebabkan oleh sisa urine yang masih terdapat di dalam kandung kemih baik secara sengaja ataupun tidak sengaja. Kondisi urine masih tersisa ini disebabkan oleh beberapa hal seperti terhambat akibat tumor atau terjadinya pembesaran prostat pada pria, dan kehamilan yang mengakibatkan terjadinya tekanan pada bagian panggul serta kandung kemih.

Menurut laporan, dari 70 hingga 95 persen kasus infeksi ini disebabkan oleh bakteri E.coli. Akan tetapi, ternyata bukan hanya bakteri E.coli saja yang menjadi penyebabnya, terdapat beberapa bakteri lain yang menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih, antara lain yaitu:

  • Proteus species
  • Klebsiella species
  • Enterococcus faecalis
  • Enterobacteriaceae
  • Bakteri ragi

Itulah informasi mengenai infeksi kandung kemih yang dapat terjadi pada pria dan wanita, serta beberapa penyebab terjadinya infeksi ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda.