Banyak Pilihan Menurunkan Motivasi Belanja di Minimarket

Gambar Ornamen Tumbuhan

Gambar Ornamen Tumbuhan

Berbelanja di supermarket dan minimarket modern membutuhkan usaha berpikir ekstra. Kita butuh energi tambahan kalau ingin meneliti dengan cermat setiap barang dan mendapatkan barang terbaik. Dan untuk kita yang berbelanja di minimarket lokal dengan cara demikian, meningkatnya jenis pilihan seharusnya menjadi suatu hal yang baik, bukan suatu hal yang buruk. Kenyataan bisa berbeda dengan teori di buku. Demikian dikatakan oleh Barry Schwartz dalam buku The Paradox of Choice.

Dan memang masalah menurunnya motivasi berbelanja inilah batas standard yang digunakan oleh ilmuwan sosial untuk mempelajari penentuan pilihan. Jika kita rasional, menurut mereka, penambahan jenis pilihan dapat membuat kita menjadi masyarakat yang lebih baik. Bagi yang merasa hal itu perlu, maka penambahan jenis pilihan akan menguntungkan. Bagi yang tidak merasa perlu, mereka selalu dapat mengabaikan penambahan itu. Pandangan ini kelihatannya masuk akal, namun secara empiris hal tersebut tidaklah benar.

Serangkaian penelitian telah dilaksanakan oleh S. Iyengar dan M. Lepper dalam buku berjudul ‘When Choice Is Demotivating: Can One Desire Too Much of A Good Thing?‘ (Ketika Pilihan Menurunkan Motivasi). Penelitian tersebut memberikan bukti penurunan motivasi berbelanja. Suatu penelitian disiapkan di toko makanan ringan lingkungan kelas atas. Di supermarket tersebut biasanya pada akhir minggu pemilik toko menyiapkan contoh jenis-jenis makanan baru di atas sebuah meja.

Para peneliti menampilkan sederet selai berkualitas tinggi dan eksotis, pelanggan yang datang dapat mencicipi contoh selai tersebut dan mereka diberi diskon sebesar satu dollar apabila mereka membeli satu botol selain. Susunan botol selai yang banyak akan menarik lebih banyak orang daripada yang susunannya sedikit, walaupun pada kasus tersebut orang mencicipi rata-rata sejumlah selai yang sama.

Namun dalam jumlah pembelian, terdapat suatu perbedaan besar yang dapat menjadi bukti. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology tersebut menyatakan, sekitar 30 persen dari orang yang ditunjukkan susunan yang kecil membeli botol selai, sementara hanya 3 persen dari orang yang ditunjukkan susuan yang besar membeli botol selai. Ternyata makin banyak pilihan berbelanja malah menurunkan semangat berbelanja barang kebutuhan.

Bagaimana dengan pengalaman Anda berbelanja barang kebutuhan di minimarket terdekat dari rumah? Apakah Anda semakin dibuat bingung oleh banyaknya pilihan barang yang dapat dibeli? Ayo berbagi pengalaman berbelanja disini.

About Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo.
This entry was posted in Ekonomi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>