Mengevaluasi Ulang Konsep Pembelian Produk di Mata Pembeli

Internal-Marketing-Perusahaan-Harus-Bisa-Memuaskan-Karyawan

Internal-Marketing-Perusahaan-Harus-Bisa-Memuaskan-Karyawan

Anggaplah pembeli telah muncul dari tahap perlindungan dengan keyakinan yang lebih kuat bahwa penawaran Anda akan berfungsi seperti yang telah diiklankan. Jumlah orang skeptis sekarang telah semakin berkurang melalui beberapa bentuk perlindungan, mulai dari versi beta, uji coba, dan seterusnya. Hal ini telah membuktikan, jauh melampaui keraguan banyak orang, bahwa penawaran Anda akan menepati janji-jani fungsional dalam penjualan. Pada saat ini, pembeli akan meninggalkan tahap perlindungan dan bergerak menuju fase pertama tahap konsensus, yaitu fase mengevaluasi ulang konsep.

Kegiatan mengevaluasi ulang konsep terjadi ketika para pembuat keputusan ingin meyakinkan bahwa konsep ini masih sesuai dengan konteks situasi organisasi dewasa ini. Pertanyaan lain dalam tahap perlindungan adalah bagaimana kita dapat memulai dan melindungi penawaran produk kita sebelum melompat masuk, sedangkan psikologi pada fase pertama ini adalah memastikan bahwa konsep ini masih sesuai.

Ingatlah, organisasi dewasa ini tidak henti-hentinya diganggu. Gangguan ini semakin meningkat tajam dan semakin sering terjadi. Perubahan ekonomi, pergeseran kompetitif, perubahan manajemen, serta merger dan akuisisi hanyalah sebagian kecil variabel yang memaksa pembeli menengok kembali pada penawaran produk Anda sebelum melakukan pembelian sepenuhnya.

Hal yang sama berlaku juga dalam persaingan produk retail atau minimarket dan pasar sepeda motor di Indonesia. Dalam bisnis minimarket kita mengenal Alfamart dan Alfamidi sebagai minimarket lokal yang memiliki keterikatan sejarah berdirinya maupun kegiatan operasional. Di mata masyarakat, keduanya seolah kembar siam yang sengaja dilahirkan untuk menguasai pasar waralaba minimarket lokal. Cara pelayanan atau service Alfamart, Alfamidi, AlfaExpress dan beberapa supermarket yang berafiliasi memiliki kesamaan. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan serius bagi calon pembeli barang kebutuhan sehari-hari di Indonesia.

Sedangkan produk sepeda motor Honda memiliki pencitraan relatif lebih stabil di mata masyarakat. Label Honda menjadi jaminan mutu produk sepeda motor. Walaupun produk pesaing motor Honda makin gencar berinovasi dan berpromosi, Honda tampak sigap dengan melakukan promosi kombinasi antara offline dan online. Salah satunya adalah mengadakan program We Love Honda bagi pengguna internet di Indonesia. Langkah ini bisa memberi sumbangan berarti bagi keputusan pembeli sepeda motor dalam berbelanja kebutuhan mereka. Semoga artikel marketing ini bisa memberi inspirasi bagi Anda.

About Agus Siswoyo

Warga Jombang, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo. Matur nuwun!
This entry was posted in Ekonomi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Mengevaluasi Ulang Konsep Pembelian Produk di Mata Pembeli

  1. Pingback: Pasar Mojowarno Minim Pembangunan, Pembeli Malas Datang | The Jombang Taste

Leave a Reply