Bagaimanakah caranya agar kita terhindar dari sifat takabur atau sombong? Agar kita terhindar dari sifat takabur, hendaknya ketika memandang orang lain itu lebih terhormat dan mulai daripada diri sendiri. Kita harus berbaik sangka, positive thinking dan menganggap diri kita bukan yang terbaik. Bukankah di atas langit masih ada langit. Dengan begitu kita akan selamat dari penyakit takabur.
Manakala melihat anak yang belum dewasa, maka katakanlah dalam hati: “Anak ini masih kecil belum pernah melakukan kemaksiatan kepada Allah, sedangkan aku sudah pernah berbuat kemaksiatan, maka dia jelas lebih baik daripada diriku”.
Jika melihat orang tua, maka katakan dalam hati: “Orang ini telah banyak beribadah kepada Allah sebelum aku, maka jelas dia lebih baik daripada aku”.
Bila melihat orang alim, maka katakanlah dalam hati: “Orang ini telah dianugerahi ilmu yang tidak aku miliki, ia telah menyampaikan sesuatu yang tidak pernah aku sampaikan, dan dia mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui, maka bagaimana aku bisa menyamai dia? Aku bodoh dan dia pandai, jelas dia lebih mulia”.
Jika melihat orang yang bodoh, maka katakan dalam hati: “Orang ini telah melakukan kemaksiatan kepada Allah karena ketidaktahuannya, sedangkan aku melakukan kemaksiatan kepada Allah dengan penuh kesadaran. Maka tanggungjawabku kepada Allah jelas lebih berat daripada tanggungjawab dia di akhir hayat nanti”.
Manakala melihat orang kafir, maka katakan dalam hati: “Aku tidak tahu barangkali di akhirat hidupnya nanti dia akan menjadi seorang muslim, lalu melakukan amal kebajikan dengan penuh kepasrahan diri kepada Allah, sehingga seluruh dosa-dosanya dihapus oleh Allah”.
Semoga artikel ini bisa menambah motivasi hidup Anda menjadi lebih baik.














Pingback: Setan Bersikap Takabur dan Menjadi Musuh Nyata Bagi Manusia | The Jombang Taste