Godaan Setan Dalam Sholat, Setan Menyelinap di Shaf Renggang

Kegiatan Agama Islam

Kegiatan Agama Islam

Dalam sembahyang berjamaah disunnahkan imam supaya menyuruh makmumnya meratakan dan merapatkan shaf atau barisan sholat. Shaf yang kosong harus diisi oleh jamaah yang ada di belakangnya karena lurus dan rapatnya shaf shalat termasuk kesempurnaan sholat.

Oleh karena itu, orang yang datang lebih dulu disuruh memenuhi shaf pertama. Dan digembirakan bahwa pada shaf pertama terdapat keutamaan yang besar. Sesudah shaf pertama penuh, baru diisi dan dipenuhi shaf kedua. Begitu seterusnya sampai semua shaf benar-benar rapat, bahu membahu, sebagai barisan yang rata benar, tidak ada yang menonjol ke muka atau ke belakang.

Maka apabila terdapat barisan sholat yang kosong dan tidak segera dipenuhi, maka setan akan menyelinap di shaf yang renggang itu untuk mengganggu manusia yang sedang menghadap kepada-Nya, yang berada di kiri-kanan dan di depan-belakang shaf tersebut.

Begitu pentingnya mengatur syaf supaya shaf sembahyang itu tidak dimasuki oleh setan secara diam-diam, maka perhatikan sabda Nabi Muhammad SAW berikut ini:

“Dari Abu Umamah ra, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: Samakanlah shaf-shafmu, dan ratakanlah bahu-bahumu, dan berlaku lembutlah terhadap tangan-tangan saudara-saudaramu, dan tutuplah tempat-tempat renggang, karena sesungguhnya setan itu masuk pada celah-celahmu, sebagai anak kambing menyelip di celah-celah induknya”. (Riwayat Ahmad dan Thabrani)

Semoga artikel ini bisa menambah motivasi Islami Anda.

About Agus Siswoyo

Warga Jombang, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo. Matur nuwun!
This entry was posted in Islam and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Godaan Setan Dalam Sholat, Setan Menyelinap di Shaf Renggang

  1. Pingback: Inilah Pahala dan Manfaat Berwudlu Yang Harus Muslim Ketahui | The Jombang Taste

  2. Pingback: Arti Hidayah Allah Untuk Keselamatan Hidup Manusia | The Jombang Taste

Leave a Reply