Kumandangkan Lirik Syair Shalawat Tarhim Subuh Untuk Syiar Islam

Kumandangkan Lirik Syair Shalawat Tarhim Subuh Untuk Syiar Islam

Kumandangkan Lirik Syair Shalawat Tarhim Subuh Untuk Syiar Islam

Hari ini saya mencatatkan sebuah pengalaman baru, yaitu mengumandangkan Syair Shalawat Tarhim sebelum sholat jamaah subuh di Masjid Baitussalam Dusun Guwo Desa Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Setelah latihan mengambil nada-nada tinggi pada lirik sholawat tarhim selama seminggu, saya bertekad harus mempraktekkan apapun hasilnya. Biar kata nafas saya nggak sampai pada pitch control-nya (itu kata Trie Utami), saya mencoba sebaik mungkin mengumandangkan sholawat tarkim (cara pelafalan ‘tarhim’ menurut orang Jawa tempoe doeloe).

Menurut saya, suara saya tidak terlalu jelek, 11/12 sama Opick-lah. Hehehe. Namanya juga orang narsis tingkat kabupaten. Boleh dong kita percaya diri. Tantangannya sebenarnya bukan pada masalah kualitas suara. Tetapi lebih mengarah pada kepercayaan diri dan niat ikhlas dalam menyiarkan agama Islam di akhir zaman. Meskipun baru bangun tidur dan udara sangat dingin, dan ini berpengaruh bagi ketebalan pita suara, kalau kita sudah mempunyai niat baik maka harus dijalankan.

Selama setahun saya tinggal di desa ini pasca back to home dari ‘berkelana’, saya belum pernah mendengar ada pemuda remas yang mengumandangkan Syair Sholawat Tarhim subuh di masjid ini. Yang ada hanyalah suara kaset yang diputar melalui sistem pengeras suara masjid. Karena selama ini yang mengucapkan syair Shalawat Tarhim tak lain dari sebuah mesin, jadinya ya nggak terlalu berkesan. Asal bunyi dan melakukan rutinitas belaka.

Kalimat Sholawat Tarhim Subuh

Berikut ini lirik dan syair Shalawat Tarhim subuh. Jika ada kesalahan tulis atau ejaan, silakan dikoreksi di kolom komentar.

Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ imâmal mujâhidîn
yâ Rasûlallâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ nâshiral hudâ
yâ khayra khalqillâh

Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ nâshiral haqqi
yâ Rasûlallâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ Man asrâ bikal muhayminu laylan

Yâ Man asrâ bikal muhayminu laylan nilta mâ nilta wal-anâmu niyâmu
Wa taqaddamta lish-shalâti fashallâ kulu man fis-samâ wa antal imâmu
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman wa sabi’tan nidâ ‘alaykas salâm

Yâ Man asrâ bikal muhayminu laylan nilta mâ nilta wal-anâmu niyâmu
Wa taqaddamta lish-shalâti fashallâ kulu man fis-samâ wa antal imâmu
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman wa sabi’tan nidâ ‘alaykas salâmu

Yâ karîmal akhlâq
yâ Rasûlallâh
Shallallâhu ‘alayk
wa ‘alâ âlika wa ashhâbika ajma’în
wal hamdulillahi robbil alamin

Semaraknya syiar Islam di masa mendatang tergantung pada kemauan para pemuda untuk mempelajari dan mengamalkan syariat Islam. Mungkin kita bisa mengandalkan golongan orang tua saat ini. Tapi bagaimana dengan masa sepuluh tahun mendatang? Apakah ada jaminan mereka masih hidup dunia? Jika kita tidak menyiapkan sistem regenerasi yang bagus, sangat mungkin masjid dan musholla akan sepi jamaah. Gejala menjauhnya anak muda dari kegiatan agama sudah kita rasakan saat ini ketika dunia modern menggempur nilai-nilai religi dari berbagai sisi.

Dengan melatih anak-anak muda, terutama para anak laki-laki, mengucapkan sholawat tarhim sebelum shalat berjamaah subuh, setidaknya kita bisa membiasakan perilaku terpuji kepada mereka. Kebiasaan bangun lebih awal untuk mengumandangkan lirik shalawat tarhim subuh akan melatih kedisiplinan mereka dalam hidup. Mereka akan berusaha sholat lima waktu secara berjamaah di awal waktu, sekaligus mempersiapkan diri lebih pagi untuk berangkat sekolah maupun bekerja.

Semoga artikel syair sholawat tarhim ini bisa berguna untuk Anda. Mari semarakkan syiar Islam di bumi Indonesia!

About Agus Siswoyo

Warga Jombang, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo. Matur nuwun!
This entry was posted in Islam and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Kumandangkan Lirik Syair Shalawat Tarhim Subuh Untuk Syiar Islam

  1. Pingback: Menangkap Kilau Fajar Menyingsing di Dusun Guwo | The Jombang Taste

Leave a Reply