Pelatihan Pendidikan Guru Pengajar Al -Quran PGPQ di Mojowarno Jombang

gambar kaligrafi Allah Muhammad logo agama Islam (7)

Pelatihan Pendidikan Guru Pengajar Al -Quran PGPQ di Mojowarno Jombang

Pada hari Minggu kemarin saya mulai bergabung dengan program pelatihan Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran atau lebih dikenal dengan sebutan PGPQ untuk wilayah kecamatan Mojowarno kabupaten Jombang. Acara ini diselenggarakan setiap seminggu sekali pada pagi hari mulai jam 08.00 WIB sampai 11.00 di MI Perwanida, dekat Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Mojowarno. MI Perwanida merupakan tempat sekolah salah satu keponakan saya. Jadi deh, hari Seni sampai Sabtu dipakai sekolah keponakan, giliran hari Minggu Oom-nya yang sekolah. :) Tempat belajar PGPQ Mojowarno ini sederhana, strategis, nyaman dan nggak terlalu jauh dari rumah. 

Apakah PGPQ? PQPG merupakan salah program pengajaran Al-Quran yang digagas oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kota Sidoarjo. Kegiatan PGPQ menyebar ke beberapa PCNU lain di Jawa Timur. PGPQ merupakan kursus membaca Al-Quran untuk tingkat expert. Pelatihan membaca Al-Quran ini dijalankan dengan proses pemadatan tanpa mengurangi konsep utama. Tujuan PGPQ adalah menghasilkan pengajar Al-Quran (ustadz dan ustadzah) yang berkualifikasi dan berdedikasi tinggi. Siswa didik PGPQ diperkenalkan metode pengajaran dan cara membaca Al-Quran yang baik dan benar.

Pulang Kampung dan Gabung Remas (Lagi)

Bagaimana saya bisa bergabung dengan PGPQ Mojowarno? Awalnya saya tidak punya bayangan akan masuk menjadi salah satu calon pengajar Al-Quran. Selama 7 tahun terakhir ini kegiatan pekerjaan saya banyak berlangsung di kota Surabaya, Sidoarjo, Probolonggo dan Lumajang. Saya punya waktu ke Jombang paling-paling sehari dalam sebulan. Sejak bulan Agustus 2011 lalu saya memutuskan pulang kampung dan membangun profesi penulis lepas dari rumah. Disinilah saya menemukan hidup baru.

Dengan kembali menetap di kampung saya berkenalan kembali dengan teman-teman lama di organisasi remaja masjid. Mereka welcome banget dan mau berbagi cerita perkembangan desa. Baru belakangan ini saya menyadari ada yang tidak beres dengan regenerasi remaja masjid di lingkungan tempat tinggal saya di desa Guwo. Hal inilah yang mengetuk hati saya untuk ikut berpartisipasi dalam mengajar pendidikan agama Islam untuk adik-adik di lingkungan TPQ.

Modal mengajar agama Islam tidaklah sulit. Kita bisa mengajar orang lain walau hanya berbekal satu ayat, demikian kata Hadist Nabi. Memberi nasehat agama juga nggak harus sudah menjalani, walaupun idealnya yang memberi nasehat seharusnya sudah praktek. Perumpamaan lama mengatakan: mutiara yang keluar dari mulut anjing tetap bisa disebut mutiara. Jangan takut saling menasehati walaupun kita belum bisa mempraktekkan.

Islamic Wallpaper Gambar agama Islam

Islamic Wallpaper Gambar agama Islam

Mengulangi Belajar Al-Quran Dari Dasar

Kelas pengajaran PGPQ di Mojowarno seolah mengulang sejarah 15 tahun lalu ketika masa kecil saya mengaji di masjid. Jujur saja saya sedikit kaget dengan metode pengajaran di PGPQ kali ini. Bacaan huruf-huruf Al-Quran yang saya ucapkan banyak yang disalahkan oleh ustadz pembimbing. Duh, malu banget. Apalagi di kelas itu kebanyakan diisi oleh ustadzah-ustadzah muda. Untungnya peserta PGPQ lainnya banyak yang salah juga, jadi saya nggak salah sendirian. Cari teman untuk berbuat kesalahan nih ceritanya. Hehehe.

Belajar Al-Quran kalau sekedar bilang alif ba’ ta’ memang mudah. Tapi mengucapkan makhorijul huruf itu yang tidak mudah. Setiap huruf hijaiyah yang berjumlah 29 itu punya karakter sendiri-sendiri. Meskipun demikian, bukan berarti Al-Quran itu tidak mudah dipelajari. Sama seperti belajar ilmu lainnya, Al-Quran akan menjadi mudah dipelajari dan dipahami bila kita bersedia rutin membiasakannya membaca. Practice makes perfect, doesn’t it?

Belajar Al-Quran juga nggak pandang usia. Setiap manusia boleh mempelajari. Dalam kelas PGPQ kemarin saya perhatikan ada peserta didik yang masih sekolah SMP, baru lulus S1, ibu-ibu beranak dua, bahkan bapak-bapak yang sudah punya cucu. Kalau sudah ada kemauan dan mendapat hidayah-Nya, apapun bisa terlaksana. Itulah pengalaman saya mengikuti kelas perdana PGPQ di kecamatan Mojowarno kabupaten Jombang. Semoga bisa memberi inspirasi bagi kawan-kawan ustadz dan ustadzah lain di Indonesia. Ayo belajar lagi!

About Agus Siswoyo

Warga Jombang, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo. Matur nuwun!
This entry was posted in Islam and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.