Setan dapat menggoda manusia dengan jalan membuat mimpi kepada manusia, tetapi mimpi yang dibuatnya itu adalah mimpi yang tidak menyenangkan. Contohnya, mimpi yang menakutkan, menyeramkan, mengerikan, dan terkadang mimpi yang menyebabkan perselisihan antara suami dan isterinya.
Sebaliknya, mimpi yang datangnya dari Allah dengan perantaraan malaikat-Nya, semuanya menyenangkan dan menggembirakan. Mimpi yang berasal dari Allah akan menyenangkan bagi manusia yang mendapatkannya.
Lalu, bagaimana cara kita menyikapi kedua jenis mimpi tersebut. Nabi Muhammad SAW memberi petunjuk melalui hadist riwayat Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dan Ibnu Majah berikut ini:
“Dari Jabir ra, dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau bersabda: Apabila seseorang kamu melihat suatu mimpi yang tidak disukainya, maka hendaklah ia berludah di sebelah kiri tiga kali, dan hendaklah ia membaca: audzu billahi minasy syaithon nirrojim, dan hendaklah ia pindah dari lambungnya yang ia sedang berada di atasnya”.
Nabi Muhammad kemudian memberi petunjuk lagi dalam hadist riwayat Tirmidzi berikut ini:
“Dan dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwasanya ia telah mendengar Nabi SAW bersabda: Apabila salah seorang kamu melihat suatu mimpi yang disukainya, maka sesungguhnya dia itu dari Allah, maka hendaknya ia mengucap ‘Alhamdulillah’ dan hendaklah ia ceritakan isi mimpi itu kepada orang lain.
Tetapi apabila ia melihat lain dari itu, dari perkara yang tidak disukainya, maka sesungguhnya dia itu dari setan, maka hendaklah ia berlindung kepada Allah dari kejahatannya, (baca sekurang-kurangnya doa ta’awudz), dan jangan ia menceritakannya kepada seseorang, sebab dia itu tidak membahayakan”.
Semoga artikel ini bisa menambah motivasi kehidupan Islami untuk Anda.














Pingback: Setan Menyesatkan Manusia Zuhud Dalam Mengasingkan Diri | The Jombang Taste
Pingback: Setan Menyesatkan Manusia Dalam Perkara Makanan dan Pakaian | The Jombang Taste