Apakah Yang Dimaksud Dengan Ridha Allah SWT?

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN RIDHA ALLAH SWT?

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN RIDHA ALLAH SWT?

Setiap kejadian mempengaruhi perasaan dan panca indera, iradat yang sungguh dipengaruhi oleh tangan Yang Maha Kuasa. Allah-lah yang menjadikan segala sesuatu terjadi mengikuti sebabnya masing-masing. Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang tidak pernah membenci hamba-Nya dengan menjadikan hidup sengsara. Oleh karena itu, hendaknya kita menghindari perasaan buruk sangka kepada-Nya.

Apabila muncul rasa risih dan selalu bertanya-tanya mengapa, bagaimana, haruskah, kesemuanya itu merupakan bisikan setan (was-was) yang merusak ke dalam hati manusia yang dinisbatkan atau dikaitkan kepada kehendak Allah SWT. Akibatnya adalah kita terjebak untuk mengikuti perasaan yang dapat menyebabkan kita terjerumus ke dalam perbuatan syirik.

Menurut buku Al-Manakib Sultonul Panjalu Wal Imamul Adhom Padjadjaran, seseorang yang telah mencapai maqam ridha akan menyatakan bahwa pada segala yang mengandung mudharat akan mengandung pula manfaat. Pada setiap malapetaka terkandung nikmat yang dapat mencukupi dan dalam segala ujian atau cobaan terkandung kelemahlembutan.

Ridha Dan Ikhlas…

Al Junaid telah ditanya tentang pengertian ridha. Apakah ridha Allah itu? Maka ia menjawab: ridha atau rela adalah penghapusan segala urusan ikhtiar. Dzunnun telah mengatakan bahwa ridha adalah kesenangan hati sanubari dengan berbagai kejadian dari qadha dan takdir Allah SWT. Sedangkan Ibnu Athaillah mengatakan keridhaan adalah apabila pandangan hati sanubari terhadap apa yang dipilihkan oleh Allah SWT adalah itu yang terbaik bagi dirinya.

Sementara itu, Al Ustadz Abu Ali Addaggag telah mengatakan bahwa ridha bukannya tidak akan merasakan penderitaan atau malapetaka, akan tetapi jangan sampai menentang atas hukum dan qadha serta takdir Allah SWT. Oleh karenanya seorang hamba dapat menelan dengan mudah kebahagiaan dan kesengsaraan. Oleh karena itu, ridha adalah sesuatu yang paling tinggi tentang berbagai maqam orang-orang yang didekatkan, sekaligus pertimbangan demi menjelaskan tentang yang dicintai oleh Allah SWT daripada pecinta-Nya.

Muhammad bin Khafir telah mengatakan bahwa ridha itu berada di atas dua bagian. Yaitu ridha terhadap Allah SWT sebagai pengatur kehidupan dan ridha tentang-Nya yang telah ditentukan dan ditakdirkan oleh Allah SWT. Seorang muslim harus senantiasa memohon kepada Allah SWT agar hati sanubarinya dikekalkan atas ridha dengan qadha dan takdir-Nya. Karena sesungguhnya yang demikian itu merupakan kesempurnaan iman. Semoga kita semua menjadi bagian dari orang yang diberi iman dan ihsan.

About Agus Siswoyo

Warga Jombang, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo. Matur nuwun!
This entry was posted in Buku Harian and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply