Selama tiga hari kemarin saya membantu persiapan acara pernikahan Ustadz Hadi. Rumah Ustadz Hadi berada di Dusun Guwo Desa Latsari Kec. Mojowarno Kab. Jombang. Lokasinya tak jauh dari kediaman saya. Saya dan ustadz Hadi masih ada hubungan kekerabatan. Jadi, wajar saja kalau saya terlibat dalam kesibukan pernikahannya walau persiapan takbir keliling menyita banyak waktu saya.
Hari Selasa pagi saya ikut mengantar temu nikah ustadz Hadi ke Dusun Gandan Desa Sugihwaras Kec. Ngoro Kab. Jombang. Lalu hari Rabu dan Kamis saya membantu persiapan hal-hal kecil layaknya sebuah resepsi pernikahan di desa. Ribet dan njlimet. Khususnya ketika temu manten hari Kamis, 25 Oktober 2012. Resepsi pernikahan adat Jawa memang terkesan bertele-tele.
Ada kesenangan tersendiri ketika saya bisa membantu nikahan ustadz Hadi, biasanya saya memanggil Cak Hadi walau secara usia masih lebih tua saya. Secara gitu, saya dan Cak Hadi berada dalam satu organisasi yang sama, yaitu PGPQ At-Tartil. Saya berkesempatan bertemu dengan beberapa kawan sesama ustadz/ustadzah di PGPQ At-Tartil Kec. Mojowarno.
Menjalin Silaturahmi Antar Pengajar Quran
Moment nikahan Cak Hadi membawa banyak manfaat bagi saya. Saya bertemu ustadz Hariri yang pendiam banget. Kalau nggak diajak ngomong, beliau tidak akan bersuara. Saya juga bertemu dengan koordinator BMQ At-Tartil Kabupaten Jombang, yaitu ustadzah Fauziyah. Juga ada Mbak Sofi dan kawan-kawan lain yang nggak saya tahu namanya tapi saya kenal wajahnya.
Lalu sore harinya, Kamis 25 Oktober 2012, saya mengajak beberapa santri TPQ Al-Mujahidin untuk ‘buwuh’ ke nikahan Ustadz Hadi. Persiapan kunjungan ini sudah dilakukan sejak hari Minggu lalu. Para santri TPQ Al-Mujahidin saya minta urunan Rp 1.000 per anak untuk membelikan baju koko untuk Ustadz Hadi. Saya sengaja mengajak mereka hadir untuk belajar menghargai guru sekaligus bersosial dengan masyarakat. Canda tawa dan keriangan mewarnai acara buwuh tersebut.
Walau saya membantu acara nikahan tersebut dalam waktu yang nggak terlalu lama, saya mendapat banyak pencerahan dalam hidup ini. Bukan hanya dari silaturahmi dengan sesama rekan pengajar di BMQ At-Tartil, tetapi juga pengalaman dan nasehat motivasi hidup yang mahal harganya. Saya akan membagi kisah motivasi diri tersebut lain waktu. Hanya di The Jombang Taste.













