Deja Vu With Doremi Pizza

paket doremi chicken teriyaki dan beef yakinikuMungkin ini yang disebut dengan CLBK, cinta lama sama dunia waralaba bersemi kembali setelah saya dihubungi sama Edi untuk dimintai bantuan membangun ulang website Doremi Pizza yang sudah habis masa kontrak hosting dan domain. Awalnya saya ogah-ogahan. Pasalnya saya sudah lama nggak handle jasa website building dan mengkhususkan diri di bidang penulisan. Namun kalau ingat prinsip pertemanan dan kebaikan rekan kerja di sana, akhirnya saya luluh juga dengan permintaan kali ini.

Sejenak otak saya memutar kenangan masa lalu. Saat pertama kali menginjak kaki bersama rombong tua di Master, lalu bolak-balik pindah lokasi Sidoarjo-Lumajang-Probolinggo-Jember. Sampai akhirnya berkelana secara rutin ke Mojokerto, Pasuruan, Lamongan, Bojonegoro dan beberapa lokasi lain. I miss the moment. Waktu bikin Standard Operation Procedure (SOP), test produk, icip-icip dan makan gorengan biar gemuk. Hahaha. Serasa nonton film drama kehidupan.

Manakala Edi datang menemuiku, ya elah, kok otak ini jadi Deja Vu. Seperti sudah pernah mengalami padahal ini baru pertama kali dia datang ke tempatnya setelah lama nggak ketemu. Kalaupun jumpa di tempat fitness cuma say hello aja, nggak pernah ngobrolin masalah kerja. Bercakap-cakap dengannya seolah mengulang waktu deadline jelang meeting pertanggungjawaban antar kepala departemen. Seperti biasanya, kami selalu berdebat dan nggak ada yang mau mengalah.

Menurut para scientist, efek deja vu terjadi bila otak mengalami kesalahan proses transfer informasi. Jaringan sel-sel otak yang rumit, kalau nggak salah disebut dengan dendrit, menyampaikan impuls yang salah kepada neuron sehingga menghasilkan input data yang salah dalam memory manusia. Lalu, apa otak saya sudah separah itu. Hehehe. As I know, It has happened to me so many years month by month, day by day.

Mungkinkah otak saya sudah over muatan informasi akibat berinteraksi di depan laptop setiap saat dan setiap waktu? Entahlah. Yang pasti saya masih waras untuk nggak menolak traktiran satu paket Chicken Yakiniku dan Beef Teriyaki yang selalu menggoda selera makan. I hope they read this article so I can get more free packages next day. :) #NgarepDotCom

About Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo.
This entry was posted in Buku Harian and tagged . Bookmark the permalink.

5 Responses to Deja Vu With Doremi Pizza

  1. Cahya says:

    Saya sering eneg kalau makan Pizza, tapi ya pada akhirnya walau porsi besar tetap habis juga :D. Tapi situs untuk Pizza itu kira-kira seperti apa ya agar menarik minat pelanggannya?

  2. abdoorahman says:

    Oooo…ternyata mas AS fitnes juga nih, foto terakhir saya liat udah mirip The ROck deh,hehe..

  3. Agus Siswoyo says:

    Satu pizza besar habis sendiri? Itu eneg atau doyan ya? :)

  4. Agus Siswoyo says:

    Bukan The Rock, kata teman-teman mirip Samuel Rizal kok. Hahaha…

  5. Ahmad says:

    Salam. Selamat ‘bertemu’ lagi mas Agus!
    Lama sekali tak kontak. Anda ikut membantu saya dalam merintis bisnis yang kini, Alhamdulillah kian berkembang.
    Semoga sehat selalu dan sukses untuk Anda apapun dan dimanapun berkarya. Salam :)

    PS: Mozzarella Cheese, Parmesan Cheese, Smoked Beef, Sosis, FrenchFries, Unsalted Butter, Chocolate Chips, Skim Milk and Wholemilk Powder, Whipping Cream, and Cream Cheese.
    Anything for excellent resto n cozy bakery

Comments are closed.