Indonesia-Malaysia: Benci Tapi Rindu

Selama seminggu terakhir ini hubungan dua negara Malaysia-Indonesia sedang memanas. Bukan di bidang politik maupun militer, tapi di lapangan sepak bola. Kedua negara bertemu di final Piala Suzuki AFF 2010. Dalam laga final pertama yang dilakukan di Stadion Bukit Jalil hari minggu lalu, Indonesia dipaksa menelan kekalahan 0-3. Sontak saja hal ini menimbulkan kekecewaan berat di kalangan masyarakat Indonesia.

Ada yang mensinyalir kekalahan ini akibat tindakan tidak sportif supporter Malaysia yang memakai sinar laser untuk mengintimidasi pemain Indonesia. Hasilnya adalah sebuah protes yang mengakibatkan mental pemain drop dan tidak bisa konsentrasi penuh pada pertandingan dan kalah. Pengguna Twitter ramai-ramai mengkritik tindakan curang ini. Dan uniknya Tweeps Indonesia, mereka kompak membuat trending topic CURANG, #MalaysiaCheatLaser HATE MALAYSIA dan #LoveIndonesia.

Menurut saya, kekecewaan tersebut adalah hal yang wajar. Kalah menang dalam pertandingan itu biasa. Namun akan berbeda lagi kalau kekalahan tersebut disebatkan karena tindakan tidak suportif salah satu pihak. Indonesia masih punya kesempatan membalas malam ini di Stadiun Utama Gelora Bung Karno. Sebelum peluit tanda berakhirnya pertandingan berbunyi, peluang menjadi juara masih ada.

Lagu Dua Dunia

Seperti halnya dua insan yang sedang berpacaran, Indonesia-Malaysia saling benci dan rindu. Waktu ketemu bisa jadi saling mengejek dan mengolok. Namun kalau dipisah jauh, saya yakin Indonesia akan merindukan Malaysia. Banyak faktor yang menjadi pembeda dua negara, namun banyak hal yang bisa menyatukan dua negara yang serumpun ini. Saya tidak berharap hubungan panas ini menjadi bencana ASEAN hanya karena intimidasi kaum Freemasonry yang tidak menginginkan kedamaian terjadi di negara Islam. Karena bagaimanapun, damai itu indah kan. :)

Dua Dunia

Artist: Siti Nurhaliza, Feat: Too Phat

Kau selalu di hati
Takku dekati
Dua dunia kita berbeza

Cinta itu buta
Dan juga boleh membutakan
Melukakan dan sukar untuk kita lupakan
Aku cinta padamu hanyalah ungkapan
Luahan yang jarang bermakna bila diucapkan
Ini pula cerita cinta sang pujangga
Bukan arjuna sita bukan cinta dan rangga
Mungkinkah khayalan akal mainan minda
Atau lamaran puitis dengan hasrat yang indah
Kau selalu di hati tidakku dekati
Sentiasa ada mata jahat yang memerhati
Tapi ku tak rungsing tidak mungkin rindu
Ku pusing lihat wajahmu di setiap penjuru
Senyuman di kaca kisahmu kubaca
Perjuangan kita sama dukamu kurasa
Aku pasrah sahaja pada Yang Esa
Kerna ku tahu dua dunia kita berbeza

Kau selalu di hati
Takku dekati
Dua dunia kita berbeza

Duka di kala malam termimpi-mimpi
Rindu di kala siang mencari-cari
Kasih sebenar tidak bertukar tidak sebentar
Walau dipisah lautan direnangi gelora
Dan kadang kala hanyut bagaikan dua arah
Malu sering bersua tapi jarang bersuara
Kenapa bercinta jika kesudahannya pasrah
Kerna bila dilamun indahnya tidak terkata
Tersimpan hasrat tiada siapa yang mengerti
Harapan menggunung sampai penghujung dinanti
Dipegangkan janji tetap ratu di hati
Dengan izin Tuhan kan bersama kapan hari pasti
Sabarlah menanti kesabaran diuji
Berdoa dalam sujud sejadah ditangisi
Aku pasrah sahaja pada Yang Esa
Kerna ku tahu dua dunia kita berbeza…

Kau selalu di hati
Takku dekati
Dua dunia kita berbeza

Perjuangan seni kita tidak bepenghujung
Jangan tinggal batu bernama tak bepengunjung
Kesabaran menikam Kau tak pernah bermurung
Tetap tersenyum walau kesedihan menyelubung
Bukan rupa parasmu yang jadi ukuran
Atau suaramu yang jadi bahan tuturan
Ku bukan mahu hubungan tapi kejujuran
Hadiah sepatah darimu satu kesyukuran
Tapi bila bertentang mata tidak terbentang kata
Kata apa sahaja…iya tapi tentang apa
Wajahmu yang cantik manis lagi
Senyuman sepasti mentari timur tiap pagi
Realiti sukar diatasi tapi kesudah indah
Harus bermula dengan fantasi
Ku rasa terhoyong-hayang antara dua dunia
Biar khayalan ku melayang…..

Kau selalu di hati
Takku dekati
Dua dunia kita berbeza…

About Agus Siswoyo

Warga Jombang, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo. Matur nuwun!
This entry was posted in Buku Harian, Dinamika Masyarakat and tagged . Bookmark the permalink.

6 Responses to Indonesia-Malaysia: Benci Tapi Rindu

  1. Darin says:

    Siti Nurhaliza is my idol! :D

    Wow wow, freemansory? konspirasi? hmm, saya mencium bau wikileaks disini hehe. Ya ya, karena banyak persamaannya itulah Indo-Malay sering terlibat gesekan. Jarang kita denger negara ini bersikutan dengan Papua Nugini.

    Asik euy lagunya ^_^

  2. Pingback: Tweets that mention Indonesia-Malaysia: Benci Tapi Rindu | Agus Siswoyo.Net -- Topsy.com

  3. asaz says:

    dalam keseharian hidup bermasarakat kita beranten itu kan dengan, teman main, soudara kandung tetangga, teman kerja, jadi yang dekat-dekat. Ya sama lah secara normal hidup bernegara juga seperti itu. Karen Indonesia memiliki kedekatan baik goegrafis juga budaya dan keturunan

  4. aank says:

    ah spak bola indonesia tak prnah menang maaf g nyambung dngan topik

  5. ali says:

    malaysia(adik)&indonesia(abang)….

    tak semestinya abang sentiasa betul & tak semestinya pandangan adik tak boleh dipakai..

    Adik & abang… kalau bergaduh memang bertumbuk..tapi masih tetap adik..

    Jika indonesia diserang musuh..pasti malaysia akn membantu..
    Jika malaysia diserang,pasti indonesia bakal membela..

    Ibu kita adalah nusantara…takkan ada yang lebih memahami kita selain kita..

Leave a Reply