Meminta Fatwa Kebaikan Kepada Hati

gambar kaligrafi Allah Muhammad logo agama Islam (3)

gambar kaligrafi Allah Muhammad logo agama Islam

Saat ditanya tentang kebaikan, Nabi Muhammad SAW berkata, “Mintalah fatwa pada hatimu!” Tentu jawaban ini tidak akan disampaikan sebagai hadiah bagi pendosa yang suka mengalirkan darah dan melanggar hak orang lain. Betapa banyak orang yang memenuhi hatinya dengan dosa besar. Jawaban tersebut hanya diarahkan pada orang yang sejak usia dini telah menghindarkan diri dari dosa-dosa kecil. Mereka adalah orang-orang yang memiliki fitrah yang sehat, perangai yang lembut, dan mencintai kebaikan.

Nabi Muhammad SAW hanya ingin memudahkannya dalam kebiasaan bertanya dan meminta fatwa. Karena itu beliau menyuruhnya bertanya kepada hatinya sebagai tempat meminta petunjuk setiap kali menghadapi masalah yang samar. Mempercayakan jawaban kepada hati juga berlaku meskipun banyak ahli fatwa di dalam masyarakat. Orang-orang yang semacam ini adalah orang-orang yang memiliki hati yang besar. Muhammad Al Ghazali menyatakan mereka inilah tolok ukur fitrah yang menaranya memancarkan petunjuk.

Saat mencermati warisan generasi-generasi awal dan berbagai peradaban di Timur dan Barat, Anda akan melihat orang-orang yang memiliki fitrah suci, menebarkan hikmah yang berharga, nasihat yang bernilai, serta mencurahkan segala kesungguhan untuk meluruskan keadaan yang melenceng dan mengurangi kesalahan yang merajalela. Dalam pandangan Al Ghazali, sesungguhnya kehidupan ini akan hancur tanpa orang-orang seperti ini. Namun saat ini sungguh sangat sulit mencari orang-orang seperti mereka, dibandingkan dengan mencari para tokoh dan pemimpin yang gemar menumpahkan darah dan menghancurkan bangsa.

About Agus Siswoyo

Warga Jombang, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo. Matur nuwun!
This entry was posted in Buku Harian and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply