Menyusuri Jalanan Mojoduwur dan Wringin Pitu di Kabupaten Jombang

Jombang Tourism Map - Peta Kabupaten Jombang

Jombang Tourism Map – Peta Kabupaten Jombang

Moment Lebaran Idul Fitri tahun ini memberi pengalaman baru buat saya. Saya bisa lebih kenal beberapa wilayah di Kabupaten Jombang. Selama ini acara jalan-jalan saya hanya berkisar di Kecamatan Mojowarno. Mulai dari Desa Karanglo, Kedungpari, Cukir, Diwek, Mojowangi, Mojojejer dan sekitarnya. Ada tambahan wilayah baru, yaitu Mojoduwur, Japanan, dan Wringin Pitu. Ketiga daerah tersebut terletak di kaki Gunung Anjasmoro.

Jalan menuju Mojoduwur dimulai dari pertigaan Mojowangi, dekat Markas Koramil Mojowarno. Jalan menuju arah timur tersebut seolah-olah akan membelah Gunung Anjasmoro menjadi dua bagian. Pemandangan alam disana sangat indah, terutama ketika matahari terbit. Jika diteruskan, jalan aspal tersebut akan sampai di pertigaan Mojoduwur, dekat pasar Mojoduwur. Pasar yang didominasi komoditas sayur dan buah tersebut lumayan besar. Minimal lebih besar dibanding pasar Mojowarno yang secuil.

Dari pertigaan Mojoduwur terdapat dua arah percabangan jalan, yaitu ke arah utara dan selatan. Jika diteruskan ke arah selatan, maka kita akan sampai ke wilayah Wonosalam, Penggaron, situs Candi Arimbi, dan pasar Bareng. Sebaliknya, bila kita memilih jalur ke kiri, yaitu ke arah utara, maka akan sampai ke lokasi pemandian dan perkemahan Sumber Boto dan Mojoagung. Jalan ini biasa diambil mereka yang bepergian ke Kota Mojokerto, Sidoarjo dan Surabaya.

Rute yang saya ambil kali ini adalah menuju arah utara. Sesudah melewati Mojoduwur, perjalanan sampai ke Japanan. Sejujurnya, waktu itu perjalanan saya lakukan pada malam hari sehingga tanda-tanda jalan dan nama desa kurang terlihat jelas. Namun saya masih ingat bahwa perjalanan dari Desa Mojoduwur ke Desa Wringin Pitu melalui wilayah peternakan ayam di sekitar desa Rejoslamet.

Saya sudah tahu nama Desa Rejoslamet sejak masih kelas 3 SD, tapi seumur-umur baru kali ini saya menginjakkan kaki disana. Lokasinya agak ke dalam, terpisah dari jalan raya utama yang menghubungan Wonosalam dan Mojoagung. Walaupun demikian, sudah terdapat akses jalan beraspal yang lancar menuju Desa Rejoslamet. Kelar dari Rejoslamet terdapat Desa Wringin Pitu. Disitulah salah satu tempat pemberhentian acara Lebaran kali ini.

Desa Wringin Pitu terkenal sebagai wilayah penghasil seni kerajinan mebel berukir. Hampir setiap rumah penduduk memiliki lahan atau bangunan rumah yang berfungsi sebagai bengkel seni ukir. Ada tempat ukiran yang besar, ada pula yang berukuran sedang. Benda-benda hasil ukiran Desa Wringin Pitu adalah kursi, pintu, jendela, dan bahan pembentuk rumah lainnya. Hasil ukiran mebel warga Desa Wringin Pitu nggak kalah keren dibanding ukiran Jepara.

Rute pulang dari Wringin Pitu menuju Mojowarno berbeda dengan rute keberangkatan. Kali ini saya mengambil arah ke Lapangan Gayam, Pasar Catak Gayam, Selorejo, Mojojejer, dan Mojowarno. Secara umum, semua desa yang saya kunjungi di atas masih termasuk kecamatan Mojowarno. Namun perjalanan kali ini terasa spesial karena baru pertama kali menginjakkan kaki disana dan dilakukan pada malam hari. I like travelling!

About Agus Siswoyo

Warga Jombang, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo. Matur nuwun!
This entry was posted in Buku Harian and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Menyusuri Jalanan Mojoduwur dan Wringin Pitu di Kabupaten Jombang

  1. senang membaca tulisan pak agus siswoyo. karena baru melewati desa2 tersebut(mojoduwur, japanan dan lain-lain) karena saya juga adalah termasuk warga japanan.
    kalau lewat japanan lagi, dan kehabisan pulsa jangan lupa mampir di toko kami AZMI CELLULAR. lokasinya selatan pom bensin gempol.

    oiya tak lupa saya ucapkan minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin.

Leave a Reply