Pengajian Ahad Wage Muslimat NU Se-Kecamatan Mojowarno di Dusun Guwo

Tilawatil Quran Haji Surya Kadar - QS Al-Fatihah

Tilawatil Quran Haji Surya Kadar – QS Al-Fatihah

Usai menggelar acara jalan sehat bersama santri TPQ Al-Mujahidin, tibalah saatnya panitia menyiapkan gelaran utama, yaitu pengajian ibu-ibu muslimat. Halal Bihalal dan Pengajian Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) sekecamatan Mojowarno berlangsung pada hari Ahad, 7 Oktober 2012 di halaman masjid Baitussalam Dusun Guwo Desa Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 3.000 orang ibu-ibu dari seluruh wilayah di kecamatan Mojowarno.

Selesai mengundi hadiah jalan sehat, sekitar pukul 07.30 WIB saya ikut membantu menyiapkan perlengkapan tempat duduk untuk pengajian. Konsepnya adalah duduk lesehan. Tantangannya adalah dalam waktu setengah jam semua harus sudah siap. Aturan yang berlaku adalah jam 8 pagi acara pengajian harus sudah dimulai. Saya bersama bapak-bapak yang tinggal di sekitar masjid Baitussalam dan sejumlah remaja masjid (remas) membantu menata tenda, alas terpal, dan persiapan panggung lain.

Sayangnya, saya nggak bisa lama membantu karena pukul 08.30 saya keburu harus menghadiri kegiatan rutin Pembinaan Guru Pengajar Quran (PGPQ) di MI Perwanida Mojowarno. Walau sudah tahu datangnya terlambat, saya memaksakan diri untuk masuk. Dan benar saja, selama dua jam kegiatan belajar membaca Al-Quran tersebut saya nggak bisa konsentrasi. Nilai yang saya dapat kali inipun shohih minus, nggak seperti biasanya yang shahih murni. Saya harus tetap fokus ke depannya.

Gotong-royong Menyukseskan Acara Pengajian

Sekitar pukul 11.00 WIB saya balik lagi ke acara pengajian Muslimat NU di masjid Baitussalam. Pada waktu itu sudah ada dua pembicara yang siap tampil ke panggung, yaitu Bapak K.H. Khotibul Umamsyah dan Bu Nyai Dra. Hj. Chamidah Hannum, S.Ag dari Tambak Beras. Kedua pembicara tersebut bukan nama baru dalam komunitas ibu-ibu muslimat di Jombang. Mereka seringkali diundang dalam kegiatan pengajian komunitas NU di Jombang dan sekitarnya.

Tausiyah yang menarik datang dari Bu Nyai Chamidah Hannum. Cara penyampaian materi pengajian dari Bu Chamidah terbilang to the point dan nggak berbelit-belit. Metode penyampaian ceramahnya menggunakan bahasa Jombang-an yang khas. Nggak terlalu halus seperti bahasa K.H. Ma’ruf Islammudin dari Sragen. Tapi juga nggak sekasar Mbah Ri dari Surabaya. Yang unik lagi dari Hajjah Chamidah Hannum adalah nggak malu membicarakan hal-hal tabu kehidupan rumah tangga.

Kegiatan pengajian Muslimat NU berakhir sekitar pukul 12.45 WIB. Saya dan warga sekitar masjid bergotong-royong mengemasi perlengkapan yang sudah selesai dipakai. Huah, cuaca hari itu panasnya minta ampun. Belum lagi tangan lecet-lecet karena harus melipat banyak kain terpal yang tebalnya nggak karuan. Hanya dalam waktu 45 menit semua peralatan sudah selesai dibereskan oleh warga. Jam setengah dua siang semua telah rampung.

Tapi tugas saya belum selesai sampai disitu. Tugas rutin saya adalah mengajar santri TPQ Al-Mujahidin mulai pukul 15.30 WIB. Nggak enaknya, kali ini saya harus mengajar 50 santri sendirian. Tentu saja kondisi ini nggak nyaman karena idealnya dalam satu kelas terdapat satu ustadz atau ustadzah dengan santri berjumlah maksimal 20 orang. Saya nggak mau ambil resiko, saya putuskan untuk mengumpulkan semua santri dalam satu kelas lalu saya beri tugas menulis sesuai tingkatan jilid Tartil yang sedang mereka pelajari.

Hari yang melelahkan, tapi juga menyenangkan karena bisa berkumpul dengan warga sekitar rumah. Inilah salah satu bentuk kenikmatan hidup yang tidak saya dapatkan selama tujuh tahun terakhir. Alhamdulillah!

About Agus Siswoyo

Warga Jombang, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo. Matur nuwun!
This entry was posted in Buku Harian and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Pengajian Ahad Wage Muslimat NU Se-Kecamatan Mojowarno di Dusun Guwo

  1. Pingback: Nggak Mau Kalah, Ibu-ibu Narsis Pengen Ngeksis Cetar Membahana | The Jombang Taste

Leave a Reply