Perkembangan Seni Rupa Murni di Nusantara Dan Mancanegara

Gambar Ornamen Batik Jawa

Gambar Ornamen Batik Jawa

Dari berbagai jenis karya seni rupa murni di Nusantara dan mancanegara masing-masing memiliki karakteristik atau ciri khas sendiri-sendiri. Adapun ciri khas yang membedakan antara karya seni rupa murni Nusantara dengan mancanegara adalah nilai-nilai budayanya.

Dengan demikian dapat kita katakan bahwa seni rupa murni Nusantara adalah gagasan manusia yang berisi nilai-nilai budaya Nusantara yang diekspresikan melalui pola kelakuan tertentu dengan media titik, garis, bidang, warna, bentuk, gelap terang, dan tekstur. Beberapa hal tersebut dinamakan unsur-unsur seni rupa yang ditata dengan prinsip tertentu sehingga menghasilkan karya yang berisi nilai-nilai budaya Nusantara.

Bagaimana dengan seni rupa murni yang berasal dari mancanegara? Seni rupa murni mancanegara adalah seni rupa murni yang berisi nilai-nilai budaya mancanegara tempat perupa tersebut berasal.

Coba kita pelajari kembali sejarah tentang salah seorang perupa mancanegara yang bernama Vincent Van Gogh di dalam memperjuangkan karyanya agar dapat diterima di masyarakat dan lingkungan perupa lainnya.

Vincent Van Gogh adalah pelukis yang berasal dari Belanda. Ia dilahirkan pada 30 Maret 1853. Vincent Van Gogh adalah seorang perupa murni dalam seni rupa murni dua dimensi. Lukisan Vincent Van Gogh beraliran post-impressionisme yang mewakili era spontanitas emosional. Vincent Van Gogh pada akhirnya terkenal sebagai tokoh seni lukis beraliran ekspresionisme.

gambar ornamen kesenian lombok

gambar ornamen kesenian lombok

Pada usia 16 tahun Vincent Van Gogh belajar melukis pada Anton Mauve. Pada usia 27 tahun ia membuat sebuah karya lukis yang bernama Pemakan Kentang (tahun 1885). Pada tahun yang sama ia mendaftar ke Akademi Seni di Antwerpen, Belgia. Pada hari kedua ia belajar melukis di Akademi Seni ia memutuskan keluar dari sekolah seni tersebut. Penyebab Vincent Van Gogh keluar adalah karena ia diprotes oleh gurunya karena sapuan kuasnya berat.

Selama Vincent Van Gogh tinggal di Antwerpen, ia sempat dipengaruhi gaya lukisan Peter Paul Hubens dan Hokusai dari Jepang. Setelah itu Vincent Van Gogh pergi ke Kota Paris di Perancis, sebelum akhirnya pindah ke Aries. Selama hidupnya, Vincent Van Gogh meninggalkan sapuan kuas yang berani untuk menunjukkan realitas moralitas.

Vincent Van Gogh juga memutuskan menggunakan warna-warna cerah untuk mengungkapkan simbolisme dalam lukisannya yang melukiskan ladang-ladang. Vincent Van Gogh menggambarkan pohon-pohon dan kehidupan pedesaan dalam karyanya yang berjudul Night Wath (1888) dan Starry Night (1889).

Selama menekuni karirnya sebagai pelukis, Vincent Van Gogh pernah mengundang pelukis Paul Gauguin untuk bergabung. Namun akhir hidup Vincent Van Gogh sungguh tragis. Ia mengalami depresi hingga melakukan aksi bunuh diri dengan cara menembak dirinya sendiri pada 27 Juli 1890, tetapi ia masih hidup. Dua hari kemudian Vincent Van Gogh meninggal dunia. Selama hidupnya, Vincent Van Gogh hanya menjual satu lukisan, yaitu Red Vineyard at Aries yang dibuat pada tahun 1889.

About Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo.
This entry was posted in Buku Harian and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>