Hari Raya Idul Adha tahun 2012 ini berlangsung dalam suasana yang kurang lebih sama dengan perayaan Lebaran Haji tahun lalu. Jumlah jamaah Sholat Id tidak lebih banyak dari sholat Hari Raya Idul Fitri. So far, tidak ada yang istimewa dalam hal persiapan sholat Id di Masjid Baitussalam Dusun Guwo Desa Latsari Kec. Mojowarno Kab. Jombang. Dengan bantuan dan gotong-rotong warga sekitar masjid, semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang berarti.
Jumlah binatang Qurban yang ada di masjid Dusun Guwo adalah lima ekor kambing. Binatang kurban lainnya di Dusun Guwo adalah 5 ekor kambing di musholla utara, 7 ekor kambing di musholla timur, dan 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing di musholla selatan. Para pengurus masjid dan musholla telah menetapkan wilayah distribusi daging kurban masing-masing.
Ta’mir masjid Baitussalam mendapat bagian menyuplai daging kurban untuk seluruh warga RT 06 Dusun Guwo dan beberapa rumah di sekitar masjid. Saya mendapat tugas mendata nama-nama warga. Tak perlu menunggu lama, saya bergegas ke pengurus RT 06 dan meminta nama-nama Kepala Keluarga (KK) yang ada. Total 57 KK ada di RT 06. Dengan tambahan beberapa KK di sekitar masjid, daftar penerima daging kurban menjadi 87 KK.
Saya menyerahkan daftar nama tersebut ke ta’mir masjid. Dengan dibantu beberapa orang santri TPQ Al-Mujahidin yang sudah besar, saya mulai mendistribusikan daging ke rumah-rumah warga. Hanya dalam waktu satu setengah jam saja semua sudah selesai dikerjakan. Saya pulang ke rumah dengan tenang. Warga sekitar masjid memang dikenal guyub rukun sehingga pekerjaan besar bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat.
Tapi tak lama kemudian saya didatangi panitia Qurban dari musholla selatan dan musholla timur. Mereka ingin mengecek warga mana saja yang sudah diberi daging Qurban. Mereke terkejut karena kuota warga yang mereka beri daging jadi bertambah. Nah, ini gimana jadinya. Data sudah saya serahkan ke ta’mir dan ta’mir sudah setuju untuk persebaran daging Qurban. Semuanya sudah finish sampai ada konfirmasi penambahan jumlah penerima daging Qurban.
Inilah salah satu kelemahan komunikasi masyarakat di desa. Mereka tidak tanggap terhadap kemungkinan terburuk. Berharap segalanya berjalan lancar hanya bisa terwujud jika diiringi dengan persiapan yang matang. Bukankah persiapan yang bagus adalah setengah dari sebuah kesuksesan. Semoga artikel ini bisa memberi inspirasi bagi Anda.













