Hasil Persilangan Ayam Kampung, Ayam Kate, Ayam Alas dan Ayam Bekisar

Mengenal kebiasaan orang Jawa memang menyenangkan, bahkan terkesan unikl. Selain gemar memakai simbol-simbol dalam mewakili karakter manusia, masyarakat Jawa juga dikenal kreatif. Kreatifitas tersebut bukan hanya soal tembang dan tarian Jawa, tetapi juga kreatif melakukan perkawinan silang hewan-hewan tertentu. Hewan yang paling dekat dengan kehidupan orang Jawa adalah ayam. Ayam bukan hanya digunakan sebagai aduan, tetapi juga simbol perilaku manusia.

Semuanya berawal dari ayam kampung. Orang awam menyebutnya ayam biasa dan inilah sebagai cikal bakal persilangan. Karena orang Jawa jaman dahulu suka berburu di hutan, lalu mereka menemukan spesies ayam alas (hutan) yang bertubuh lebih kecil namun gerakannya lebih gesit. Hasil persilangan ayam kampung dan ayam alas inilah yang disebut dengan ayam bekisar. Bekisar adalah jenis ayam yang unik karena memadukan fisik ayam kampung yang besar dan kelincahan ayam hutan bergerak di alam bebas.

Hasil Persilangan Ayam Kampung, Ayam Kate, Ayam Alas dan Ayam Bekisar

Hasil Persilangan Ayam Kampung, Ayam Kate, Ayam Alas dan Ayam Bekisar

Berikutnya, kita mengenal ayam kate sebagai ‘ayam hiasan’ bertubuh mini dan lebih pantas disebut burung. Persilangan ayam kampung dan ayam kate oleh orang Jawa disebut wareng. Secara fisik memang tidak sebesar ayam kampung, namun wareng memiliki keindahan bulu yang khas dimiliki ayam kate. Jumlah ayam wareng memang tidak sebanyak bekisar dan tidak populer. Namun bagi pecinta unggas tentu mereka tidak lupa memiliki dan memelihara ayam wareng.

Mungkin ada yang bertanya apa jadinya kalau ayam bekisar dikawinkan lagi dengan ayam kampung. Ternyata bisa lho. Orang Jawa menyebut hasil persilangan ayam bekisar dan ayam kampung sebagai bekikuk. Bekikuk adalah ayam turunan kedua dari ayam kampung, sehingga sifat-sifatnya merupakan perpaduan ayam kampung, ayam alas atau ayam hutan dan ayam bekisar. Kalau di jaman sekarang, mungkin inilah hasil pernikahan multi etnis antar bangsa. Sifat yang dibawanya pun bermacam-macam.

Nah, itu dia beberapa nama hasil persilangan ayam dengan spesies lainnya dari kelompok aves. Mungkin masih ada sebutan lain selain di tanah Jawa? Bagaimana dengan Anda yang di Aceh, Toraja, Papua, Bali dan daerah lain di Indonesia. Silakan berbagi cerita daerah Anda mengenai persilangan hewan-hewan peliharaan.

Artikel Yang Mungkin Anda Suka:

Beli Century 21 Broker Properti Jual Beli Sewa Rumah Indonesia di Indonesia.

Panduan Membeli Software Akuntansi.

Tips Investasi Property Software Akuntansi.

Trend Software Akuntansi Bagi Pebisnis Online

Manfaat Software Akuntansi Untuk Bisnis UKM

Mari kita dukung Software Akuntansi untuk kemajuan budaya nasional!

About Agus Siswoyo

Warga Jombang, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo. Matur nuwun!
This entry was posted in Literatur and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Hasil Persilangan Ayam Kampung, Ayam Kate, Ayam Alas dan Ayam Bekisar

  1. kombor says:

    di tempat saya ada brati hasil persilangan bebek dan menthog. tidak sengaja disilangkan tetapi menthog jantan yang mengawini bebek betina yang hanya satu-satunya waktu itu.

  2. Pingback: Tips Sederhana Mengatasi Wabah Penyakit Ternak Ayam Mati | The Jombang Taste

Leave a Reply