Dimarahi oleh orang pintar dan berpendidikan itu biasa. Yang lebih biasa lagi adalah waktu diri Anda dimaki habis-habisan oleh orang yang berpengetahuan dangkal. Saya tidak memakai kata bodoh, karena nanti tulisan ini terkesan memancing SARA. Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi. Nama dan detail peristiwa tidak saya tulis.
Orang pintar marah-marah karena mereka tahu kita telah salah melangkah, salah pemahaman, atau melenceng dari kesepakatan awal. Yang dipermasalahkan adalah content, bukan context. Sebaliknya, orang yang berpengetahuan dangkal cenderung melihat permasalahan dari sudut pandang yang sempit. Kalau kamu nggak melakukan ini, pasti terjadi itu. Padahal kemungkinan bukan hanya satu.
Bagaimana menyikapi hal ini?
Saya pada dasarnya type orang cuek. Terhadap hal-hal yang nggak penting, kemungkinan besar nggak saya ingat. Mungkin ini terdengar egois, terutama bagi yang baru kenal saya. Namun saya berkeyakinan bahwa sukses berawal dari ketepatan menentukan prioritas langkah. Kalau sejak awal saya tergoda mengurusi hal-hal remeh, maka saya tidak akan punya waktu untuk memikirkan hal-hal lain yang jauh lebih penting.
Jadi, kalau ada yang marah-marah nggak jelas, saya cuma tersenyum saja. I don’t care whatever you said. Just hang it all! The show must go on. Paling-paling juga dia akan berhenti dengan sendirinya kalau sudah capek. Sebenarnya saya termasuk orang usil, sehingga pengen ngerjain balik orang tersebut. Plus sedikit dendam tentunya. Tapi kalau ingat institusi yang sedang saya perjuangkan, saya kok mikir dua kali kalau mau membalas mereka.














Pingback: Tweets that mention Perbedaan Marah Orang Pintar dan Tidak Pintar | Agus Siswoyo.Net -- Topsy.com
setuju banget tuh klo sukses berawal dari ketepatan dalam memprioritaskan langkah…bakal jadi referensi diri nih….
marah dan dimarahai dalam hidup dimasyarakat itu ada aja mas agus, kalau yang marah dilawan marah lagi bahaya jadi berantem atau bertengkar, ya memang lebih baik diam salah satu. setuju kata mas agus tadi harua ada skala prioritas