Emha Ainun Najib dan Pengajian Padang Mbulan di Jombang

Emha Ainun Najib dan Pengajian Padang Mbulan di Menturo Sumobito JombangPengajian Padhang Mbulan (disebut demikian karena dilaksanakan sebulan sekali setiap bulan purnama) dilaksanakan pertama kali pada tahun 1992 di desa Menturo, kecamatan Sumobito, kabupaten Jombang. Kegiatan umat Muslim ini pada awalnya diikuti hanya oleh penduduk sekitar desa Menturo. Namun tiap tahun jamaah yang hadir kian bertambah banyak. Konon saat ini umat Muslim yang menghadiri pengajian Padang Mbulan berasal dari seluruh Indonesia.

Mengapa jamaah bertambah banyak? Salah satu alasannya adalah karena pengajian ini tidak dibuat khusus untuk golongan umat Islam tertentu. Penggagas kegiatan ini, Emha Ainun Najib, atau yang sering disapa Cak Nun, mendedikasikan kegiata pengajian sebagai bentuk kompilasi hati umat Islam dan penyegar iman tanpa sekat-sekat golongan seperti NU, Muhamadiyah, Wachidiyah dan lain-lain.

Secara bertahap jamaah bertambah dan para pengisi acara bukan hanya dari dalam negeri. Sesekali juga mengundang tokoh luar negeri. Kebetulan Cak Nun beristri Novia Kolopaking yang berasal dari kalangan publik figur sehingga tak jarang pengajian ini melibatkan sejumlah artis ibukota. Inilah salah satu daya tarik kegiatan yang dijadikan salah satu ikon kota Jombang ini.

Kegiatan pengajian Padang Mbulan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pengajian pada umumnya. Yaitu berisi sholawat, hadrah dan tausiyah dari ulama. Namun ada yang istimewa disini. Yaitu kelompok gamelan Kyai Kanjeng yang mengiringi musik selama acara berlangsung. Sebagai budayawan, sepertinya Cak Nun tidak sepaham dengan kebanyakan kyai yang kalau ceramah diiringi orkes santriwan santriwati yang modern dengan petikan gitar, bass, tabuhan drum dan lain-lain.

Pengajian Padang Mbulan bukan sekedar ajang rekreasi jiwa, tapi juga jadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar. Setiap perhelatan berlangsung, aneka bentuk cinderamata mata khas Jombang dijual oleh para pengrajin lokal. Mulai dari hiasan dari kuningan, besi, kayu, hingga aneka wisata kuliner lokal seperti nasi pecel, nasi lodeh, nasi rawon, nasi soto jombang dan lain-lain.

About Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo.
This entry was posted in Obyek Wisata and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Emha Ainun Najib dan Pengajian Padang Mbulan di Jombang

  1. I like the valuable info you provide in your articles.

Leave a Reply