Di tengah pro dan kontra yang terjadi menyikapi pencalonan pulau Komodo sebagai salah satu Tujuh Keajaiban Dunia atau New Seven Wonder, PT Gajah Tunggal Tbk menunjukkan diri sebagai perusahaan internasional yang ingat terhadap negara asalnya. Gajah Tunggal meluncurkan produk ban mobil yang bernama GT Radial Savero Komodo MT. Ban mobil ini diklaim sebagai ban mobil terbaik yang sesuai untuk medan menantang di daerah pegunungan. Model ban Savero Komodo memungkinkan para petualang tetap bisa asyik menikmati liburan tanpa khawatir ban mobil mereka akan tergores benda tajam.
Mengapa dipilih nama Komodo sebagai model ban mereka? Secara tersirat Gajah Tunggal menunjukkan sikap nasionalisme terhadap identitas bangsa Indonesia. Apalagi pangsa pasar GT Radial telah mencapai kawasan Uni Eropa dan lebih dari 90 negara lainnya. Untuk mencapai pangsa pasar tersebut bukan hal mudah mengingat ketatnya regulasi yang berlaku di negara-negara Eropa. Dengan memakai nama Komodo secara tidak langsung mereka telah mempromosikan potensi wisata Indonesia. Hal ini patut mendapat apresiasi tersendiri bagi marketer Gajah Tunggal yang mampu menyelipkan salah satu ikon Indonesia tersebut ke dalam nama ban mobil.
Inilah yang saya sebut sebagai kegiatan berpromosi dengan tangan sendiri, bukan melalui organisasi buatan luar negeri yang belum tentu memiliki kepentingan membangun potensi wisata di wilayah negara kesatuan Republik Indonesia. Saya yakin bangsa Indonesia mampu mempromosikan potensi wisatanya sendiri. Hal ini pun telah digagas oleh guru marketer dunia asal Indonesia, Hermawan Kartajaya, yang mendirikan situs promosi pulau Komodo dari bangsa Indonesia, oleh bangsa Indonesia dan untuk bangsa Indonesia sendiri.
Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah efek kegiatan promosi itu sendiri seharusnya mampu bertahan lama. Bentuk dukungan Gajah Tunggal terhadap pulau Komodo ini bisa dikatakan sebagai investasi jangka panjang dan memiliki efek yang lebih awet daripada kontes dukungan SMS yang tak jauh beda dengan ajang pencarian bakat. Mungkin bangsa Indonesia lupa bahwa kontes yang dipilih berdasarkan SMS akan cepat dilupakan masyarakat. Contoh sudah ada dan banyak sekali. Selain Indonesian Idol, kita mengenal serial Akademi Fantasi Indonesia (AFI), Kontes Dangdut TPI (KDI), Mama Mia Show, StarDut, Penghuni Terakhir, dan masih banyak ajang sejenis lainnya.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendukung potensi wisata dalam negeri, khususnya pulau Komodo. Mengirim SMS adalah salah satu cara yang memiliki sejumlah sisi plus dan minus. Langkah Gajah Tunggal menjadikan Komodo sebagai model ban terbaik yang mereka produksi patut diacungi jempol dan ditiru pelaku ekonomi dalam negeri lainnya. Manfaat jangka panjang yang ditawarkan bukan saja mampu memberi peluang bagi perkembangan potensi wisata di pulau Komodo dan sekitarnya, tetapi juga mampu menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan bangsa Indonesia.















Inilah tindakan nyata, bukan hanya omong belaka. Nice posting.
setuju. action lebih utama daripada kata-kata.
saya rasa komodo akan menjadi wisata terbaik di indonesia nantinya
salaut untuk gt radial mari kita di dukungan nya ok tancap my man ?
salut untuk Gajah Tunggal.
Pingback: Ban Terbaik Di Indonesia GT Radial | Catatan Motivasi Blogging Indonesia
Pingback: Ban Terbaik di Indonesia GT Radial | The Jombang Taste