Pendekatan Pembangunan Berbasis Pertanian di Kawasan Agropolitan

Prinsip dasar pendekatan ini menekankan pada pembangunan yang berbasis pada sektorpertanian melalui program-program pengembangan yang ramah lingkungan. Prinsip pendekatanini perlu diterapkan mulai dari tahap perencanaan sampai pada tahap pelaksanaan. Pendekatanini diharapkan akan membawa kawasan tersebut berkembang menjadi kawasan pertaniandengan pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dengan tetap menjaga keseimbangan dankelestarian lingkungan.

Pengembangan kawasan agropolitan dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensipelayanan prasarana dan sarana penunjang kegiatan pertanian, baik yang dibutuhkan sebelumproses produksi, dalam proses produksi, maupun setelah proses produksi. Upaya tersebutdilakukan melalui:

1. Pengaturan lokasi permukiman penduduk;

2. Lokasi kegiatan produksi;

3. Lokasi pusat pelayanan; dan

4. Penempatan jaringan prasarana.

Kawasan agropolitan merupakan embrio kawasan perkotaan yang berorientasi padapengembangan kegiatan pertanian, kegiatan penunjang pertanian, dan kegiatan pengolahanproduk pertanian. Pengembangan kawasan agropolitan merupakan pendekatan dalampengembangan kawasan perdesaan. Pendekatan ini dapat diterapkan pula untuk, antara lain,pengembangan kegiatan yang berbasis kelautan, kehutanan, dan pertambangan.

About Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo.
This entry was posted in Pemkab Jombang and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Pendekatan Pembangunan Berbasis Pertanian di Kawasan Agropolitan

  1. tulisan yang informatif dan bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>