Alhamdulillah Yah Bisa Ikutan Wisata Religi Wali Songo

Alhamdulillah Yah Bisa Ikutan Wisata Religi Wali Songo

Alhamdulillah Yah Bisa Ikutan Wisata Religi Wali Songo

Sebenarnya saya nggak ada niatan untuk ikutan acara ziarah ke makam para wali. Soalnya bulan ini ada beberapa new pilot project penulisan yang menuntut konsentrasi penuh setelah beberapa rencana awal mengalami perubahan. Tahu sendiri kan dunia blogging yang selalu update peta kekuatan. Tapi karena beberapa alasan akhirnya saya menyatakan ikut pada sepuluh hari jelang jadwal berangkat. Saya pikir tak apalah sesekali bikin acara dadakan biar lebih keluar spontanitasnya.

Perjalanan ziarah ke makam para wali penyebar agama Islam di tanah Jawa ini diikuti oleh sekitar 60 orang, pastinya saya nggak sempat menghitung, dan mengambil lokasi makam di Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Jakarta dan Jogjkarta. Kok nggak ada lokasi di Jawa Timur? Penitia memang sengaja bikin rute demikian karena Wali 5 (sebutan wali yang makamnya ada di Jatim) sudah sering dikunjungi warga sini. Jadi, kali ini fokus ke wilayah selain Jawa Timur. Ceritanya bakalan panjang. Jadi siapkan cemilan di samping Anda.

Warga dari desa Guwo, Kempreng, Mayangan, Jogoroto, Blimbing, dan Badang sudah berkumpul selepas sholat Jumat. Awalnya sempat terjadi kehebohan kecil karena posisi kursi yang tertukar oleh peserta tour lainnya. Namun setelah kompromi sebentar, semua bisa diselesaikan dengan baik-baik. Perjalanan bus melewati kota Jombang, pegunungan kapur di Ploso, Kabuh, Ngimbang, Lamongan, dan istirahat sebentar di masjid raya Widang, Tuban.

Ziarah Makam Wali Songo di Jawa Tengah

Tujuan pertama adalah makam Mbah Sambu di daerah Lasem, Tuban. Yup, namanya Sambu, penyebar agama Islam di tanah Jawa yang lahir dan besar di negeri China. Lokasi makam nggak terlalu jauh dari makam Sunan Bonang dan Pasujudan Sunan Bonang. Kompleks pemakaman dan masjid memakai gaya arsitektur China. Sewaktu masuk sini, kita akan merasa lagi berada di kerajaan Tiongkok. Apalagi wilayah Lasem sini masuk jalur pantura, kalau malam anginnya kenceng sekali. Perpaduan yang pas untuk menikmati bulan purnama.

Alhamdulillah Yah Bisa Ikutan Wisata Religi Wali Songo

Alhamdulillah Yah Bisa Ikutan Wisata Religi Wali Songo

Habis dari Lasem, tengah malam langsung lanjut ke kota Kudus. Tujuannya nggak lain adalah ziarah ke makam Sunan Kudus. Lokasi parkir bus dan makam Sunan Kudus jauh sekali. Untuk sampai ke Menara Kudus saya dan yang lain harus naik ojek. Tarifnya adalah 7.000 untuk dua orang. It’s oke. Memberdayakan masyarakat memang bagus. Bukan cuma jadi tukang ojek, tapi juga oleh-oleh makanan khas Kudus yang banyak banget macamnya. Yang paling favorit tentu saja enting-enting gephuk.

Selesai dari Kudus, agak siang dikit saya dan rombongan lanjut ke makam Sunan Muria. Ini adalah salah satu perjalanan paling menegangkan yang pernah saya ikuti. Mengapa? Lokasi malam Sunan Muria berada di puncak gunung Muria. Selain itu, jalan raya menuju gunung Muria benar-benar curam dan mengundang maut. Saya hanya bisa pasrah ketika bus melaju terengah-engah selama dua jam perjalanan. Begitu juga waktu naik ojek ke puncak Muria. Penarik ojeknya bertingkah kayak pemain sirkus yang sudah lihai. Bikin sport jantung.

Gunung Muria bukan hanya menawarkan tantangan uji nyali, tapi juga alam yang indah dengan udaranya yang segar. Setelah mandi pagi yang menggigil, perjalanan lanjut ke wilayah kota Demak. Tujuannya dua lokasi sekaligus, yaitu makam Sunan Kalijogo dan Masjid Agung Demak. Keduanya nggak terlalu jauh dan bisa dicapai hanya 30 menit perjalanan bus. Dua tempat ini memiliki aura budaya Jawa yang sangat kental. Hal ini bisa dilihat dari struktur bangunan makam, arsitektur masjid, hingga nama kerabat yang makamnya berada di satu kompleks disitu.

Cuaca siang itu panas sekali. Sangat tepat kalau diisi acara mandi di pemandian alami di gunung Ungaran, daerah sekitar kota Semarang. Nama lokasinya saya sudah lupa, hehehe. Maklumlah, disana nggak ada dokumentasi tertulis yang bisa saya bawa pulang. Namun saya masih ingat dengan persis lokasinya berada di daerah selatan Semarang, masuk kecamatan Ungaran, dan dulu pernah kena banjir waktu musim hujan.

Oke, itu dulu sebagian cerita yang bisa saya bagi kali ini. Tunggu posting lanjutannya di artikel berikut. Ziarah ke makam Wali Songo kali ini menyenangkan sekali. Saya dapat banyak manfaat yang tak ternilai harganya. Ayo jelajah kekayaan negeri Indonesia!

About Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo.
This entry was posted in Obyek Wisata, Realigi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Alhamdulillah Yah Bisa Ikutan Wisata Religi Wali Songo

  1. Pingback: Inilah Dua Komentator Beruntung Yang Mendapatkan Norton Internet Security 2011 | Catatan Motivasi Blogging Indonesia

  2. Pingback: (Lanjutan) Liputan Wisata Religi Ziarah Makam Wali Songo | The Jombang Taste

  3. Pingback: Bagian Akhir Tour Wisata Religi Ziarah Wali Songo di Selatan Pulau Jawa | The Jombang Taste

  4. blog bisnis online says:

    Pasti menjadi sesuatu banget. Hehehe.

  5. semoga secepatnya saya bisa berziarah ke wali songo juga…amin…artikelnya lanjutin dong ttg perjalanan selanjutnya

Leave a Reply