Allah Mendatangkan Bencana Untuk Ya’juj Dan Ma’juj

Dalam artikel sebelumnya telah dikisahkan bahwa Nabi Isa dan umat mukmin mengungsi ke Gunung Thur karena kejaran Ya’juj dan Ma’juj. Kondisi di atas Gunung Thur sangat memprihatinkan karena bahan makanan telah habis. Akhirnya Nabi Isa as memohon kepada Allah SWT agar cobaan yang sangat berat ini berakhir. Allah Maha Mendengar. Doa Nabi Isa dan orang-orang shalih dikabulkan.

Seluruh Ya’juj dan Ma’juj yang mengepung di kaki gunung Thur terkena penyakit hidung (semacam penyakit anthrax). Mula-mula hanya beberapa saja. Tetapi penyakit itu menular begitu cepat sehingga seluruhnya terkena. Dalam waktu singkat, semua Ya’juj dan Ma’juj itu mati bergelimpangan. Permukaan bumi dipenuhi oleh bangkai-bangkai makhluk perusak itu.

Nabi Isa dan orang-orang shalih dapat melihat dengan jelas dari atas Gunung Thur bagaimana bangkai Ya’juj dan Ma’juj itu bergelimpangan di atas tanah. Mereka kemudian menuruni Gunung Thur. Namun tewasnya gerombolan Ya’juj dan Ma’juj bukan berarti permasalahan sudah beres. Mereka kini menghadapi masalah baru karena tidak sejengkal tanah pun terbebas dari bangkai Ya’juj dan Ma’juj.

Nabi Isa mengajak mereka untuk berdoa kepada Allah agar dikeluarkan dari kesulitan ini. Maka dalam waktu yang tidak lama, mereka lihat di langit tampak segumpal awan. Sesuatu yang tampak hitam bagaikan awan itu bergerak mendekat. Ternyata mereka salah sangka.

Islamic Wallpaper Gambar agama Islam

Islamic Wallpaper Gambar agama Islam

Allah Mengirim Burung Nazar Untuk Membawa Bangkai Ya’juj Dan Ma’juj

Allah mengirim burung-burung Nazar, yaitu burung pemakan bangkai dalam jumlah ratusan ribu ekor. Entah dari mana asalnya, tiba-tiba mereka muncul dari langit dan bergerak mendekati lembah Gunung Thur. Burung-burung sebesar unta itu hinggap di tanah dan mengusung bangkai Ya’juj dan Ma’juj untuk dibawa pergi.

Tidak ada yang tahu kemanakah burung-burung itu membawa pergi bangkai-bangkai Ya’juj dan Ma’juj. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, permukaan bumi menjadi bersih dari bangkai Ya’juj dan Ma’juj.

Orang-orang shalih menjadi lega hatinya ketika melihat permukaan bumi telah bersih dari bangkai Ya’juj dan Ma’juj. Namun bau kotoran masih tersisa dimana-mana. Menurut ahli tafsir bahwa bau kotoran Ya’juj dan Ma’juj yang tertinggal itu baru lenyap setelah tujuh tahun kemudian.

Allah Menurunkan Hujan Untuk Membersihkan Bangkai Ya’juj Dan Ma’juj

Menghadapi kesulitan itu, Nabi Isa dan umat mukmin bermunajat lagi kepada Allah SWT. Maka Allah memberi pertolongan. Pada suatu malam, turunlah hujan yang sangat deras. Air jatuh dari langit bagaikan ditumpahkan begitu saja.

Air hujan merendam seluruh permukaan bumi dan menghanyutnya sisa-sisa kotoran ke tempat-tempat yang lebih rendah, kemudian hanyut ke laut. Permukaan bumi bagaikan dicuci bersih. Setelah itu tidak ada bau busuk lagi yang menyengat hidung mereka. Orang-orang shalih kemudian memanjatkan rasa syukur atas pertolongan Allah itu.

Setiap hari turun hujan namun tidak begitu deras. Akibatnya, tunas-tunas tumbuhan bermunculan ke permukaan tanah. Rumput-rumput tumbuh dengan subur. Alam tampak hijau kembali. Mereka memulai bekerja dengan bercocok tanam.

Dalam waktu yang tidak lama, pohon-pohon yang tumbuh itu mengeluarkan buah-buahan. Bahkan buah yang dihasilkan sangatlah sempurna. Sampai-sampai dikatakan bahwa sebutir buah delima dan seikat anggur tidak habis dimakan sepuluh orang.

About Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo.
This entry was posted in Realigi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.