Ya’juj Dan Ma’juj Terbebas Dari Penjara Buatan Raja Dzulkarnain

Artikel sebelumnya telah menjelaskan asal usul dan ciri-ciri Ya’juj dan Ma’juj. Setiap hari Ya’juj dan Ma’juj menggerogoti pagar beton yang menjadi penjara baginya. Hal itu dilakukan dari fajar menyingsing hingga matahari terbenam. Semakin lama, tentu pagar beton itu semakin berkurang. Dan kelak pada jaman Nabi Isa telah turun ke dunia, tembok penjara Ya’juj dan Ma’juj akan jebol.

Ya’juj dan Ma’juj adalah makhluk yang aneh. Ia tidak akan mati sebelum beranak seribu. Di dalam jurang yang terjal itu, mereka terus beranak sehingga jumlahnya semakin banyak. Suatu ketika, benteng penjara Ya’juj dan Ma’juj yang dibuat oleh Raja Dzulkarnain yang menahan Ya’juj dan Ma’juj akhirnya jebol. Jutaan Yajuj dan Majuj keluar dari sarangnya bagaikan lebah. Bagian terdepan adalah jenis Ya’juj dan Ma’juj yang terbesar. Mereka terbang rendah di atas permukaan tanah secara bergelombang.

Gelombang pertama merusak segala yang dilaluinya. Pohon-pohon yang berbuah lebat dan berdaun rimbun dimakan habis sehingga tertinggal bongkahan-bongkahan batang saja. Ketika mereka melewati sebuah sungai yang beraliran jernih, maka gerombolan Ya’juj dan Ma’juj meminumnya hingga sungai tersebut menjadi kering. Sungguh luar biasa kerusakan yang terjadi jika wilayah atau suatu daerah tersebut dilewati sekawanan Ya’juj dan Ma’juj.

Ya’juj dan Ma’juj Membuat Kerusakan di Muka Bumi

Ya’juj dan Ma’juj terus bergerak maju hingga akhirnya tiba di sebuah telaga Thiberiyah. Telaga itu sangat luas, dalam dan memiliki aliran air yang jernih. Di sekitar Danau Thiber ditumbuhi pohon kurma yang subur. Dalam waktu sekejap pohon-pohon itu tumbang dan porak poranda digerogoti oleh Ya’juj dan Ma’juj. Mereka kemudian meminum air telaga Thiberiyah sampai benar-benar kering.

Ya’juj dan Ma’juj keluar dari sarangnya secara bergelombang. Kehadirannya membuat umat manusia menjadi menderita. Penderitaan yang menyiksa dan tiada bandingannya. Gedung-gedung menjadi rusak dan roboh. Banyak manusia yang kehilangan tempat tinggalnya. Tidak sedikit orang yang tewas tertimpa bangunan. Ladang-ladang dan kebun-kebun yang semula subur, tidak lagi dapat dipanen. Hampir semuanya ludes tak tersisa. Sumber-sumber air juga menjadi kering. Orang yang hidup di jaman itu benar-benar menderita dilanda haus, lapar dan penyakit menular.

Ternak-ternak mereka yang terdiri dari unta, sapi, kambing, dan ayam mati bergelimpangan karena urat nadinya digigit oleh sekawanan Ya’juj dan Ma’juj. Tidak hanya itu, seluruh permukaan bumi tertutup oleh kotoran makhluk tersebut sehingga menimbulkan bau dan penyakit. Setiap kali mereka lewat di suatu tempat, maka pada kesempatan itulah mereka kencing dan buang kotoran di sembarang tempat.

Related posts:

This entry was posted in Realigi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Ya’juj Dan Ma’juj Terbebas Dari Penjara Buatan Raja Dzulkarnain

  1. Pingback: Nabi Isa Dan Umat Mukmin Diserang Ya’juj Dan Ma’juj | The Jombang Taste

  2. Pingback: Kumpulan Artikel Dajjal, Imam Mahdi, Ya’juj Ma’juj Dan Tanda-tanda Datangnya Hari Kiamat | The Jombang Taste

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>