Teknik dan Media Seni Rupa Terapan Daerah Setempat

Gambar Ornamen Tumbuhan

Gambar Ornamen Tumbuhan

Hai, blogger Jombang dan blogger Indonesia semua! Ketemu lagi dengan artikel seni budaya bersama blog The Jombang Taste tercinta. Pada beberapa artikel sebelumnya kita telah membahas pengertian karya seni rupa terapan dan persebaran karya seni rupa tradisional di Indonesia. Dalam artikel kali ini kita akan mengupas lebih dalam teknik atau cara dan media yang digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam berkreasi membuat seni rupa terapan daerah.

Bangsa Indonesia memiliki kebiasaan menyatu dengan alam. Alam memberikan inspirasi dalam berbagai bidang seni dan budaya masyarakat Nusantara. Demikian juga dalam hal cara membuat seni rupa terapan di Indonesia. Teknik atau cara yang digunakan dalam pembuatan karya seni terapan daerah setempat atau tradisional pada umumnya sangat sederhana, yaitu dengan menggunakan tangan. Masyarakat tradisional Indonesia hampir tidak menggunakan mesin atau alat mekanik lainnya.

Teknik pembuatan seni rupa terapan masyarakat Indonesia yang kita kenal misalnya dalam pembuatan anyaman bambu daun, ukiran kayu, kain tenun, kain songket, keramik, wayang kulit, wayang golek, bordir, sulaman, kain batik. Pengerjaan karya seni tersebut dilakukan secara perorangan maupun kelompok dengan tangan. Penggunaan mesin-mesin produksi sangat sedikit, bahkan tidak ada sama sekali.

Media (bahan dan alat) yang digunakan dalam membuat seni rupa terapan daerah pada umumnya menggunakan bahan alami dan yang mudah didapat dari daerah setempat. Contoh: bambu, kayu, tanah liat, jenis rumput-rumputan (untuk anyaman), enceng gondok, tempurung (batok) kelapa, kulit kerang, kulit hewan dan kain. Hal ini didukung oleh kondisi alam tanah Nusantara yang kaya berbagai hasil alam dan bisa diperbarui.

Media seni terapan tradisional (daerah setempat) umumnya menggunakan bahan dan alat yang harganya murah. Hal ini menyebabkan benda yang dihasilkan harganya murah dan mudah terjangkau masyarakat luas. Kondisi inilah yang mendukung bertahannya pasar tradisional meski saat ini pusat perbelanjaan dan minimarket terus bermunculan di seluruh pelosok tanah air.

Bagaimana dengan kebiasaan masyarakat di daerahmu? Apakah mereka masih tetap menggunakan alat-alat tradisional dalam memproduksi karya seni rupa terapan? Ayo berbagi cerita kekayaan seni rupa Indonesia di blog ini!

About Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo.
This entry was posted in Sejarah Budaya and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Teknik dan Media Seni Rupa Terapan Daerah Setempat

  1. Pingback: Macam dan Penghasil Benda Seni Rupa Terapan Daerah di Indonesia | The Jombang Taste

  2. asaz says:

    kerajinan yang dibuat oleh tangan itu bernilai seni tinggi tapi bermasalah dalam produksi mereka yang terbatas berbeda dengan hasil buatan mesin. Seperti anyaman bambu kalau cepat produksi dengan perabot dari plastik, karena produksi buatan mesin bisa banyak sehingga tenaga kerja murah maka harga bisa murah jadi mengalahkan anyaman bambu

  3. fis says:

    didaerah saya mash ada yg menggunakan anyaman bambu tapi jumlahnya sudah sedikit kalah dengan perkakas dari plastik

  4. Mhd Aksar says:

    boleh nih jadi tujuan destinasi…
    salam bahagia…
    senang bisa berbagi….

  5. Pingback: Langkah Menggambar Bentuk Dengan Menggunakan Model | Jasa Artikel.Com

  6. Pingback: Jenis Media Karya Seni Rupa Terapan dan Murni | Jasa Artikel.Com

  7. Pingback: 4 Fungsi dan Makna Karya Seni Rupa Nusantara | The Jombang Taste

Leave a Reply