Remaja sekarang lebih ekspresif dalam menunjukkan dirinya. Mereka tidak ragu tampil menunjukkan 100 persen dirinya kepada publik. Ini adalah manfaat sekaligus kerugian yang menyatu dalam pisau bermata dua yang bernama jejaring sosial. Meminjam istilah Bang Napi di acara berita kriminal di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia, seringkali Cyber-Bulliying terjadi bukan karena pelaku punya niat jahat, tapi karena adanya kesempatan untuk melakukan kejahatan.
Informasi diri yang terlalu vulgar, terbuka dan hampir mendekati realita bukan hal baik bagi pertemanan di jejaring sosial. Apalagi kalau informasi tersebut dapat diakses oleh semua pengguna internet. Yang sebaiknya remaja lakukan adalah membatasi berbagi informasi, terutama dengan orang yang baru dikenal. Kalau memang nggak perlu-perlu amat, nggak perlu kita share data diri bagi user lain. Jadi, aktif mempromosikan kreatifitas diri itu penting. Namun kita nggak boleh memilih dengan cara membabi buta. Bijaksana selama online itu penting.












