Sejarah Kebudayaan Warga Bali Yang Tinggal di Pulau Madura

Gambar Ornamen Batik Indonesia

Gambar Ornamen Batik Indonesia

Tahukah Anda bahwa di Pulau Madura bukan hanya terdapat budaya suku Madura? Ternyata di Pulau Madura terdapat warganya yang menjalankan adat-istiadat Bali. Bagaimana awal mula budaya Bali berlaku bagi sebagian masyarakat Madura? Kisahnya telah terjadi pada jaman Keraton Pamekasan dan Bangkalan, tepatnya pada masa hidupnya Jokotole.

Keturunan Jokotole memang musuh bebuyutan Raja Klungkung di Bali. Konon permusuhan ini diawali pada waktu Pangeran Jokotole membantu ayah angkatnya mendirikan pintu gerbang Keraton Majapahit. Selain itu, Pangeran Joko Tole dimintai bantuan untuk menumpas Adipati Blambangan yang bernama Merak Jayeng Pati yang dianggap akan memberontak terhadap Majapahit. Anggapan ini timbul karena ia tidak memenuhi undangan untuk mendirikan padar Keraton Majapahit.

Pada saat Pangeran Jokotole naik tahta Keraton Sumenep dengan gelar Secodiningrat untuk menggantikan kakeknya, Raja Klungkung mendengar kabar alih kepemimpinan tersebut. Oleh karena itu, Raja Klungkung memutuskan untuk menyerang Sumenep. Konon dalam serangan itu Jokotole terbunuh oleh pasukan Bali. Peristiwa bersejarah ini terjadi pada tahun 1460.

Meskipun demikian, pasukan Bali masih menyerang Sumenep, yang akhirnya dapat dihancurkan oleh adiknya yang bernama Joko Wedi, Raja Gresik. Kekalahan pasukan Bali ini merupakan balasan dari kekalahan Jokotole. Sisa-sisa pasukan Bali lari ke kapalnya dan sebagian lari ke pedalaman Sumenep di bagian selatan.

Oleh karena itu, sampai sekarang di Sumenep masih ada keturunan pasukan Bali, yaitu di daerah pantai yang disebut Pinggir Papas. Adat-istiadat Bali masih mendasari budaya mereka meskipun mereka sudah beragam Islam. Diantara mereka sebagian berada di desa Karduluk. Mereka banyak yang menjadi ahli ukir kayu. Desa Karduluk adalah satu-satunya tempat pembuatan ukiran kayu yang terkenal di pulau Madura.

Demikianlah dendam turun temurun Menak Jayeng terhadap keturunan Joko Thole yang tak pernah padam sampai pada Pangeran Ronggosukowati yang memerintah di Pamekasan. Meskipun demikian, pasukan Bali yang mendendam itu pada akhirnya tewas semuanya di Jungcangcang Pamekasan. Sejarah Pemerintahan Jokotole menghasilkan masyarakat adat Bali yang tinggal di Pulau Madura. Hal ini menambah keragaman budaya Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara.

About Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo.
This entry was posted in Sejarah Budaya, Sosial Budaya and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.