Pengertian dan Isi Hukum Pergeseran Wien Oleh Wilhelm Wien

gelombang

gelombang

Apa kabar kawan blogger Jombang dan sobat blogger di Indonesia? Semoga tetap bersemangat belajar Fisika ya. Artikel The Jombang Taste kali ini menjelaskan isi hukum pergeseran Wien dalam ilmu Fisika. Pembahasan ilmu fisika demikian penting sebagai salah satu perkembangan teknologi saat ini. Mudah-mudahan artikel ini bisa menambah pengetahuan Anda.

Jika suatu benda, misal logam, terus dipanaskan pada suhu tinggi maka warna pijarnya berubah mulai dari pijar merah (kira-kira 500 derajat Celcius) sampai ke putih (kira-kira 1400 derajat Celcius).

Bentuk grafik antara intensitas radiasi cahaya terhadap panjang gelombangnya, dinamakan grafik I dan lambda. Tampak bahwa untuk suhu yang lebih tinggi (T1 > T2 > T3), panjang gelombang untuk intensitas cahaya maksimum (atau energi cahaya maksimum) bergeser ke panjang gelombang yang lebih pendek.

Dengan mempelajari penjelasan tersebut dan melakukan beberapa pengukuran, Wilhelm Wien pada tahun 1896 menyatakan hukumnya, yang dikenal dengan hukum pergeseran Wien.

Hukum pergeseran Wien isinya:

“Panjang gelombang untuk intensitas cahaya maksimum berkurang dengan meningkatnya suhu”

Pengertian dan Isi Hukum Pergeseran Wien

Pengertian dan Isi Hukum Pergeseran Wien

Hukum pergeseran Wien dinyatakan dengan persamaan:

C = Lambda x T

Dengan catatan:

T = suhu mutlak benda hitam (K)

C = tetapan pergeseran Wien = 2,90 x 10 -3 m K

Semoga artikel ini bisa berguna untuk Anda.

About Agus Siswoyo

Warga Jombang, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo. Matur nuwun!
This entry was posted in Sains dan Teknologi and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply