Resonansi Dalam Pipa Organa Terbuka dan Tertutup

Resonansi Dalam Pipa Organa Terbuka dan Tertutup

Resonansi Dalam Pipa Organa Terbuka dan Tertutup

Apa kabar sobat blogger Indonesia? The Jombang Taste kembali berbagi informasi dunia kepenulisan dan pengetahuan umum. Agar tidak ketinggalan informasi dan berita kami, silakan berlangganan (subscribe) artikel.

Bunyi dapat dihasilkan dengan meniup udara di dalam sebuah pipa, yang dapat tertutup atau terbuka pada ujung lainnya. Pipa seperti ini disebut pipa organa, yang merupakan dasar dari peralatan musik seperti suling, klarinet, terompet, trombon, saxopon, dan sebagainya.

Jika pipa tertutup pada ujung lainnya, maka disebut pipa organa tertutup, dan jika pipa terbuka pada ujung lainnya disebut pipa organa terbuka. Dalam kedua pipa, gelombang-gelombang stasioner dibentuk dalam kolom udara, sehingga terbentuk simpul-simpul dan perut-perut seperti dawai.

Pipa Organa Terbuka

Pada kedua ujung terbuka pipa terjadi perut (P) dan antara kedua perut yang berdekatan terdapat sebuah simpul (S). Pada pipa organa terbuka, banyak perut selalu lebih satu daripada banyak simpulnya. Jumlah P = Jumlah S + 1.

Jarak antara dua perut yang berdekatan adalah 1/2 lambda, sehingga untuk nada dasar berlaku: lambda = 2L dan f = V / 2L.

Tampak bahwa rumus frekuensi nada dasar dari pipa organa terbuka sama persis seperti dawai. Oleh karena itu, frekuensi nada dasar dan nada-nada atas dalam sebuah pipa organa terbuka berbanding sebagai bilangan bulat, seperti halnya dawai.

Pipa Organa Tertutup

Pada ujung pipa yang ditiup terjadi perut dan pada ujung pipa lain yang tertutup terjadi simpul. Tampak bahwa pada pipa organa tertutup, banyak perut selalu sama dengan banyak simpul.

Jarak antara perut dan simpul yang berdekatan adalah 1/4 lambda, sehingga untuk nada dasar pipa organa tertutup berlaku: L = 1/4 Lambda.

Dapat dibuktikan bahwa frekuensi nada dasar dan nada-nada atas sebuah pipa organa tertutup berbanding sebagai bilangan ganjil.

About Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Ingin tahu lebih lanjut? Follow me at Twitter @agussiswoyo.
This entry was posted in Sains dan Teknologi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Resonansi Dalam Pipa Organa Terbuka dan Tertutup

  1. liga says:

    nah bro klo u/ mengetahui /menghitung “frekuensi” dari pipa organa ,yg diletakan /direkatkan pd piringan yg berputar ,dimana pipa2 organa tsb di posisikan secara sejajar dgn lingkaran dr piringan yg diputar /vertikal ,nah itu hitungannya gmana?

Comments are closed.