Bagi Anda yang tinggal di kota Jakarta tentu tidak asing dengan nama Nasi Bebek Cak Ali. Cita rasa nasi bebek buatan Cak Ali sudah tidak diragukan karena rasanya yang khas Padang. Kok Padang sih? Ya, memang inilah ciri khas nasi bebek Cak Ali, nasi bebek khas Padang. Potongan daging bebek terasa empuk dan nggak bau amis. Itulah beberapa komentar orang yang pernah beli disana dan saya baca di forum kuliner.
Saya penasaran dengan ucapan mereka. Malam minggu kemarin saya menyempatkan diri untuk mencicipi nasi bebek Cak Ali. Apakah saya langsung terbang ke Jakarta? Oh, tidak. Anda tidak perlu ke Jakarta untuk merasakan nasi bebek gurih dan nikmat ini. Bagi Anda yang tinggal di kabupaten Jombang kini bisa menyantap bebek goreng di Jombang juga.
Cak Ali membuka cabang warung nasi bebek goreng di Mojowarno, kabupaten Jombang. Lokasinya di seberang jalan depan kantor Polsek Mojowarno, Jombang. Dibanding lokasi PKL lainnya, warung tenda nasi bebek ini cenderung mengambil tempat terpisah jauh dari keramaian PKL di sekitar Alfamart dan Toserba Merry. Pengelola warung nasi bebek memilih lokasi di bagian paling barat dan menjadi stand pertama yang bisa dilihat dari arah jalan raya menuju Pare, kota Kediri.
Lesehan Nyaman di Warung Nasi Bebek Cak Ali
Suasana makan lesehan di nasi bebek Cak Ali Mojowarno cukup nyaman. Trotoar yang baru dibangun masih bersih dan berjarak sekitar 3 meter dari badan jalan. Saya jadi nggak khawatir terkena polusi kendaraan yang lalu lalang dari arah Surabaya menuju Kediri dan sebaliknya. Rasa daging bebeknya nggak keras atau alot seperti kebanyakan nasi bebek lainnya. Dugaan saya sih, sebelum dijual, daging bebek direbus terlebih dulu dengan bumbu-bumbu rahasia Cak Ali.
Apa yang membedakan dengan nasi bebek lainnya? Dulu saya pernah cerita makan nasi bebek Cak Anam di Bundaran Kepuh Permai. Kalau nasi bebek Cak Anam terkenal dengan sambalnya yang enak gila, lainnya halnya dengan nasi bebek Cak Ali. Yang ini koya yang ditaburkan di atas nasi rasanya unik dan menggelitik lidah, bukan koya macam srundeng kelapa maupun koya kerupuk seperti pada umumnya.
Lalu keunikan lainnya adalah sambalnya yang nggak diulek sampai halus. Yah, namanya saja khas Padang, jadi sambalnya masih bau-bau padang. Ada cabe hijau diuleg kasar, lalu bawang putih, bawang merah, dan bumbu-bumbu lainnya. Tak terasa, saya jadi kritis dan banyak komen waktu makan nasi. Hehehe. Oh ya, harga nasi bebek Cak Ali per porsi ditawarkan kepada pembeli sebesar Rp 10.000. Tapi jangan khawatir, dijamin puas karena porsinya jumbo.
Akhirnya kabupaten Jombang punya ikon baru, yaitu nasi bebek Cak Ali. Meski bukan aseli dari Jombang, paling tidak penjualnya asli orang Jombang. Selamat mencoba nasi bebek Jombang! Yummy…!














kayaknya enak nih. sayang aku di Jogja. hehehe.
Hello right now there, merely became alert to your blog post by way of Yahoo and google, and discovered which it is truly useful. I am going to be cautious about the city. I’ll be grateful in the event you continue this particular in future. Numerous people will always be took advantage of the creating. Cheers!
wow… aku mau…!
Which came first, the problem or the solution? Luckily it doesn’t matetr.
This is way better than a brick & mtraor establishment.
ternyata Jombang sudah banyak berubah, setelah sekian belas tahun gak kembali . hahahaha . request lagi donk topik soto dok ! di alun alun Jombang ? kebetulan itu favorit aku pas masih kecil . hehehehe :p